• Jelajahi

    Copyright © Sorotanmerahputih
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    ABPEDNAS Kaltim Luncurkan Strategi Empat Pilar untuk Pemberdayaan Perempuan Desa yang Komprehensif

    Senin, 08 Juni 2026, Juni 08, 2026 WIB Last Updated 2026-06-09T01:57:48Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

     





    Samarinda, Senin (16:00) - Bidang Pemberdayaan Perempuan Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) Kalimantan Timur hari ini meluncurkan program terobosan bertajuk "Strategi Empat Pilar". Inisiatif strategis ini dirancang untuk mengangkat kesejahteraan dan posisi perempuan di tingkat desa melalui pendekatan yang sistematis dan sinergis.


    Program inovatif ini berlandaskan pada empat pilar utama yang saling memperkuat:


    Pilar Ekonomi: Mengedepankan kemandirian finansial perempuan dengan fokus pada pembinaan UMKM, _branding_ produk lokal, dan pemanfaatan platform _e-commerce_. Literasi keuangan juga menjadi kunci untuk memberdayakan perempuan lepas dari jerat kemiskinan dan pinjaman ilegal. 





    Pilar Sosial: Bertujuan membangun ketahanan keluarga dan inklusivitas, melalui program penurunan _stunting_ kolaboratif dan pembentukan "Desa Resiliensi Perempuan" yang siap menghadapi tantangan sosial dan bencana. 

    Pilar Politik: Meningkatkan partisipasi perempuan dalam pengambilan keputusan di Badan Permusyawaratan Desa (BPD) melalui Pelatihan Perencanaan & Penganggaran Responsif Gender (PPRG). Tujuannya agar Dana Desa (APBDes) lebih tepat sasaran untuk program pemberdayaan perempuan dan kaderisasi pemimpin perempuan desa. 

    Pilar Hukum: Memberikan perlindungan hukum bagi warga desa, terutama perempuan dan anak. Program _Legal Drafting_ akan menghasilkan Peraturan Desa (Perdes) yang pro-perempuan dan anak, serta mencetak kader Paralegal Desa yang siap membantu di setiap wilayah. 


    Peta Jalan Menuju Pelembagaan dan Keberlanjutan


    Program ini akan bertransformasi dalam dua fase:


    1. Tahun Pertama (2026): Penguatan kapasitas dasar dan identifikasi masalah.

    2. Tahun Kedua hingga Kelima: Pengembangan ekosistem mandiri, termasuk Sekolah Produktif Perempuan, pusat konseling keluarga, dan apresiasi bagi legislator desa inovatif melalui "Abpednas Women Award". 


    Sinergi untuk Dampak Maksimal


    ABPEDNAS Kaltim sangat menyadari pentingnya kolaborasi. Oleh karena itu, mereka akan merangkul berbagai mitra strategis, termasuk DPMPD Kaltim, DKP3A Kaltim, perguruan tinggi lokal, dan sektor swasta melalui program CSR. "Kami membuka pintu lebar bagi seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama membangun desa di mana perempuan tidak hanya dilindungi, tetapi juga memimpin perubahan," ujar perwakilan ABPEDNAS. 


    Dengan strategi yang jelas ini, ABPEDNAS Kaltim optimis menyambut tahun 2026 sebagai momentum kebangkitan perempuan desa di Kaltim menuju kesejahteraan yang merata dan inklusif.penulis.Nasrullah

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini