• Jelajahi

    Copyright © Sorotanmerahputih
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Diduga Monopoli harga Beras Bulog, Dijual di Atas Harga Kesepakatan

    Rabu, 14 Januari 2026, Januari 14, 2026 WIB Last Updated 2026-01-15T06:28:51Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

     




    Gayo Lues —$orotan merah putih !Com.kamis,15-januari-2026:12:15 WIB.


     Dugaan praktik monopoli dan penjualan beras Bulog di atas harga kesepakatan mencuat di Kabupaten Gayo Lues. Salah satu toko di Blangkejeren diduga menjual beras Bulog dengan harga jauh melebihi ketentuan, sehingga memicu keluhan dan keresahan masyarakat.

    Berdasarkan informasi yang dihimpun, beras Bulog yang seharusnya dijual kepada masyarakat dengan harga Rp65.000 per 5 kilogram, justru dipasarkan dengan harga mencapai Rp75.000 per 5 kilogram. Harga tersebut dinilai telah melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET).

    Padahal, sesuai surat kerja sama distribusi, mitra penyalur masih diberikan toleransi menjual hingga kisaran Rp65.000 per 5 kilogram guna menutupi biaya operasional serta memperoleh margin keuntungan yang wajar.

    “Kami heran kenapa bisa dijual sampai Rp75.000 ribu. Seharusnya tidak sejauh itu dari harga yang sudah ditetapkan. Kalau begini, masyarakat yang jadi korban,” ujar seorang warga Blangkejeren, Kamis (1/1/2026).

    Tak hanya soal harga, masyarakat juga menduga adanya praktik kerja sama tidak sehat antara oknum Bulog Gayo Lues dengan pihak toko tertentu. Dugaan tersebut menguat karena distribusi beras Bulog dinilai hanya terfokus pada satu toko, sehingga menutup ruang bagi pedagang lain dan menimbulkan kesan monopoli.

    Kepala Gudang Bulog Blangkejeren, Jumadi, mengakui bahwa Bulog telah mengingatkan mitra penyalur agar tidak menjual beras melebihi harga yang telah disepakati. Namun, ia menyebutkan bahwa pengawasan di lapangan masih lemah.

    “Kalau benar ada surat kerja sama, maka harga Rp75 ribu itu patut dipertanyakan. Ini sudah keluar dari kesepakatan. Kita akan cek ke lapangan bersama satgas,” kata Jumadi.

    Praktik tersebut dikhawatirkan bertentangan dengan tujuan utama penyaluran beras Bulog, yakni menjaga stabilitas harga dan melindungi daya beli masyarakat, terlebih di tengah kondisi ekonomi yang sulit serta dampak pascabencana yang masih dirasakan warga Gayo Lues.

    Masyarakat pun mendesak Bulog Aceh serta aparat penegak hukum untuk segera turun tangan melakukan audit menyeluruh terhadap mekanisme distribusi dan harga jual beras Bulog di wilayah tersebut. Transparansi dinilai mutlak diperlukan agar tidak muncul dugaan permainan harga yang merugikan masyarakat.

    Namun demikian, saat wartawan meminta untuk melihat surat kerja sama antara Bulog dan pihak toko, Jumadi enggan menunjukkannya dengan alasan harus ada surat permohonan resmi. Ia menyebutkan bahwa dokumen kerja sama tersebut berada di kantor cabang Bulog Aceh tenggara /kota cane. Pungkas nya. 

    (5411180)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini