• Jelajahi

    Copyright © Sorotanmerahputih
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Danrem 091/ASN Siapkan 2.000 Personel Hadapi Ancaman Karhutla di Kaltim

    Selasa, 25 Agustus 2026, Agustus 25, 2026 WIB Last Updated 2026-08-26T06:17:23Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

     




    Personel disiagakan di satuan masing-masing untuk memperkuat patroli, deteksi dini, dan respons cepat terhadap kebakaran hutan dan lahan.





    SAMARINDA – Korem 091/Aji Surya Natakesuma (ASN) memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan Timur di tengah kondisi kemarau.




    Komandan Korem (Danrem) 091/ASN Brigjen TNI Anggara Sitompul, S.I.P., M.Si., mengatakan sekitar 2.000 personel TNI telah disiapkan dan dapat digerakkan sesuai kebutuhan penanganan di lapangan.





    Hal tersebut disampaikan Danrem saat menjadi narasumber dalam Live Dialog Khusus “Satu Jam Bersama Danrem 091/ASN” di Studio LPP RRI Samarinda, Jalan M. Yamin, Samarinda Ulu, Selasa (25/8/2026).


    Dalam dialog yang dipandu penyiar Dedi Purnama tersebut, Danrem membahas kesiapan TNI AD menghadapi Karhutla, termasuk langkah pencegahan, patroli, deteksi dini, serta koordinasi bersama berbagai pihak.


    Menurut Danrem, kekuatan TNI AD dalam menjalankan tugas kewilayahan tidak hanya berada pada jumlah personel. Kedekatan prajurit dengan masyarakat menjadi bagian penting dalam mendeteksi berbagai persoalan di wilayah.


    “Rohnya TNI AD itu ada di masyarakat. Babinsa bersama masyarakat memiliki peran penting dalam menghadapi berbagai persoalan di wilayah,” ujar Brigjen TNI Anggara Sitompul.


    2.000 Personel Siap Digerakkan


    Danrem menyebut kondisi kemarau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi Karhutla di sejumlah wilayah Kaltim.


    Berdasarkan data yang disampaikannya dalam dialog, sekitar 800 hektare lahan di sejumlah titik di Kalimantan Timur telah terbakar.


    Mengantisipasi kondisi tersebut, jajaran Korem 091/ASN memperkuat kesiapsiagaan bersama Polri, BNPB, pemerintah daerah, dan masyarakat.


    Sekitar 2.000 personel TNI disiapkan di satuan masing-masing untuk mendukung penanganan apabila sewaktu-waktu dibutuhkan.


    “Personel memang tidak terlihat seluruhnya, tetapi sudah disiapkan di satuan masing-masing dan siap digerakkan kapan saja,” jelasnya.


    Kesiapan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan respons terhadap Karhutla dapat dilakukan secara cepat dan terkoordinasi.


    Babinsa Diperkuat untuk Deteksi Dini


    Selain kesiapan personel, Danrem menginstruksikan seluruh jajaran Kodim hingga Babinsa meningkatkan patroli di wilayah yang rawan terjadi Karhutla.


    Babinsa juga diarahkan memperkuat edukasi kepada masyarakat dan pelaku usaha pertanian agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar.


    Menurut Danrem, pencegahan menjadi langkah penting karena kebakaran yang terdeteksi sejak awal lebih mudah dikendalikan sebelum meluas.


    Karena itu, komunikasi antara Babinsa dan masyarakat di wilayah binaan terus diperkuat.


    Libatkan Lintas Instansi


    Penanganan Karhutla juga dilakukan melalui sinergi lintas sektor.


    Korem 091/ASN berkoordinasi dengan Polri, BPBD, Manggala Agni, Dinas Kehutanan, BNPB, serta Masyarakat Peduli Api (MPA).


    Koordinasi tersebut mencakup penguatan posko, sosialisasi, hingga pelaksanaan patroli di kawasan yang memiliki tingkat kerawanan kebakaran.


    Danrem juga memberikan apresiasi kepada jajaran Kodim dan masyarakat di Sangatta yang sebelumnya bersama-sama menangani kebakaran hingga berhasil dipadamkan.


    Menurutnya, kolaborasi antara aparat dan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam mempercepat penanganan Karhutla.


    Mahulu Diperkuat Batalyon TP


    Dalam kesempatan tersebut, Danrem juga menyampaikan rencana penguatan satuan di wilayah Mahakam Ulu (Mahulu).


    Dalam waktu dekat, wilayah tersebut akan memiliki Batalyon TP yang diharapkan dapat mendukung masyarakat dan pemerintah daerah dalam menjalankan tugas kewilayahan.


    Kehadiran satuan tersebut diharapkan semakin memperkuat kemampuan respons terhadap berbagai persoalan yang terjadi di wilayah.


    Masyarakat Diminta Aktif Laporkan Titik Api


    Danrem mengingatkan masyarakat agar tidak lengah terhadap potensi Karhutla selama kondisi kemarau.


    Masyarakat diminta ikut menjadi bagian dari deteksi dini dengan segera melaporkan apabila menemukan kepulan asap atau indikasi kebakaran.


    “Jika melihat kepulan asap atau indikasi kebakaran, segera laporkan kepada Babinsa atau petugas terdekat,” tegasnya.


    Menurut Danrem, penanganan Karhutla tidak dapat hanya mengandalkan kesiapan personel dan peralatan.


    Partisipasi masyarakat serta koordinasi antarlembaga menjadi faktor penting untuk memastikan setiap potensi kebakaran dapat diketahui dan ditangani sedini mungkin.


    Melalui kesiapan sekitar 2.000 personel, penguatan patroli Babinsa, edukasi masyarakat, dan sinergi lintas sektor, Korem 091/ASN terus memperkuat langkah pencegahan dan penanganan Karhutla di Kalimantan Timur.

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini