• Jelajahi

    Copyright © Sorotanmerahputih
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Pemuda Saketa Ultimatum PLN, Desak Kepala ULP Muhammad Munir Dicopot dan Dugaan BBM Diusut

    Minggu, 09 Agustus 2026, Agustus 09, 2026 WIB Last Updated 2026-08-09T07:56:20Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

     





    HALSEL – Pemuda dan mahasiswa Saketa, Kabupaten Halmahera Selatan, melayangkan ultimatum keras kepada PLN dan aparat penegak hukum untuk segera mengusut dugaan penyalahgunaan atau pencurian bahan bakar minyak (BBM) di PLN ULP Saketa.


    Tak hanya meminta dugaan tersebut diselidiki, Pemuda Saketa juga mendesak Kepala PLN ULP Saketa, Muhammad Munir, segera dicopot dari jabatannya.


    Desakan itu mencuat di tengah keluhan masyarakat Gane Barat terkait persoalan pemadaman listrik. Pemuda Saketa menilai dugaan penyalahgunaan BBM, jika terbukti, tidak dapat dipandang sebagai persoalan individu semata, melainkan berkaitan dengan tata kelola, pengawasan, serta kualitas pelayanan listrik kepada masyarakat.


    Perwakilan Pemuda Saketa, Rizki Ramli, meminta Polres Halmahera Selatan segera melakukan penyelidikan. Di saat yang sama, Inspektorat PLN didesak melakukan audit menyeluruh terhadap pengelolaan BBM di PLN ULP Saketa.


    “Kami meminta Polres segera turun melakukan penyelidikan dan Inspektorat PLN melakukan audit menyeluruh. Jangan hanya mengusut siapa yang mengambil BBM, tetapi periksa juga sistem pengawasannya,” ujar Rizki.


    Menurut Rizki, apabila dugaan penyalahgunaan BBM tersebut benar terjadi secara berulang, proses pemeriksaan tidak boleh berhenti pada pihak yang diduga mengambil atau menggunakan BBM. Sistem pengawasan dan pihak yang bertanggung jawab dalam pengelolaan BBM juga harus diperiksa secara menyeluruh.


    Karena itu, Pemuda Saketa mendesak Muhammad Munir dicopot dari jabatan Kepala PLN ULP Saketa. Mereka juga meminta siapa pun yang nantinya terbukti melakukan pelanggaran diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.


    Pemeriksaan, kata mereka, harus dilakukan dari hulu hingga hilir. Mulai dari jumlah BBM yang diterima, pencatatan, penyimpanan, distribusi, penggunaan untuk kebutuhan pembangkit, hingga mekanisme pengawasan dan pertanggungjawabannya.


    Pemuda Saketa ingin memastikan secara terang berapa BBM yang masuk, berapa yang digunakan untuk operasional pembangkit, apakah terdapat selisih, serta siapa yang bertanggung jawab pada setiap tahapan pengelolaannya.


    “Kami mengecam keras jika benar BBM yang diperuntukkan bagi operasional listrik justru disalahgunakan. Masyarakat yang akhirnya menerima dampaknya ketika pelayanan listrik terganggu,” kata Rizki, Sabtu (8/8/2026).


    Pemuda Saketa menegaskan seluruh dugaan tersebut harus dibuktikan melalui penyelidikan aparat penegak hukum dan audit resmi dari internal PLN. Jika ditemukan pelanggaran, kelalaian, maupun lemahnya sistem pengawasan, mereka meminta pihak yang bertanggung jawab diberikan sanksi tegas sesuai aturan.


    Mereka juga menyatakan akan terus mengawal persoalan tersebut hingga ada kejelasan. Bahkan, Pemuda Saketa mengancam melakukan boikot terhadap PLN ULP Saketa apabila tidak ada tindakan konkret dari aparat penegak hukum maupun manajemen PLN.


    “Kami beri perhatian serius terhadap persoalan ini. Jika tidak ada tindakan nyata, kami akan mengambil sikap dengan melakukan boikot PLN Saketa,” tegas Rizki. (Tim/Slm)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini