• Jelajahi

    Copyright © Sorotanmerahputih
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Badan Jalan Pining–Aceh Timur Mulai Hilang Digilas Banjir, PU PR Aceh Dianggap Tutup Mata?

    Kamis, 10 September 2026, September 10, 2026 WIB Last Updated 2026-09-10T23:57:17Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

     






    GAYO LUES — sorotanmerahputih.com | Kamis, 10 September 2026 | 11.07 WIB


    Banjir kembali menghantam kawasan Pulo Sange, Kecamatan Pining, Kabupaten Gayo Lues, dan menggerus badan jalan lintas provinsi yang menjadi akses utama masyarakat menuju wilayah Aceh Timur.





    Kondisi tersebut memicu kekhawatiran warga. Pasalnya, gerusan air terus mengikis sisi badan jalan dan menghilangkan penyangga jalan. Jika tidak segera ditangani, kerusakan dikhawatirkan semakin melebar dan berujung pada terputusnya akses transportasi masyarakat.





    Warga Kecamatan Pining, Mahlul Hakim, kepada media ini, Rabu (9/9/2026), membenarkan terjadinya banjir yang menggerus badan jalan di kawasan Pulo Sange.


    “Memang terjadi banjir tadi malam dan jalan di Pulo Sange ikut tergerus. Kondisi seperti ini harus segera diperhatikan, jangan sampai menunggu jalan benar-benar putus baru dilakukan penanganan,” ujar Mahlul.





    Menurutnya, kondisi tersebut seharusnya menjadi perhatian serius pemerintah karena jalan Pining–Aceh Timur memiliki peran penting bagi aktivitas masyarakat. Jalur tersebut digunakan untuk mobilitas warga, mengangkut hasil pertanian, distribusi kebutuhan pokok serta akses menuju wilayah Aceh Timur.


    Pantauan di lokasi sebagaimana terlihat dalam dokumentasi menunjukkan derasnya aliran air membawa material tanah, batu dan batang kayu. Air mengalir sangat dekat dengan badan jalan yang sebagian tepinya telah terkikis.


    Kondisi ini bukan lagi sekadar ancaman, tetapi sudah menjadi peringatan nyata bahwa badan jalan mulai kehilangan kekuatannya.


    Ironisnya, hingga Kamis (10/9/2026), belum diperoleh penjelasan mengenai langkah konkret Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PU PR) Provinsi Aceh untuk mengantisipasi kerusakan tersebut.


    Sikap tersebut mulai dipertanyakan masyarakat. Warga menilai pemerintah tidak seharusnya menunggu sampai jalan benar-benar putus baru turun melakukan penanganan.


    Apakah harus menunggu kendaraan tidak bisa melintas, aktivitas ekonomi masyarakat lumpuh, atau bahkan terjadi kecelakaan, baru tindakan dilakukan?


    Pertanyaan itu kini menjadi keresahan masyarakat Pining.


    Warga mendesak Pemerintah Aceh melalui Dinas PU PR segera melakukan pengecekan teknis ke lokasi, memastikan tingkat kerusakan, serta mengambil langkah darurat untuk mengamankan badan jalan dari ancaman gerusan banjir berikutnya.


    Penanganan cepat dinilai jauh lebih penting daripada membiarkan kerusakan berkembang menjadi lebih besar yang pada akhirnya dapat membutuhkan biaya dan waktu lebih panjang.


    Masyarakat juga meminta agar kondisi jalan tersebut tidak hanya dicatat sebagai laporan kerusakan, tetapi benar-benar ditindaklanjuti dengan pekerjaan lapangan yang terukur.


    Sebab jalan Pining–Aceh Timur bukan sekadar hamparan aspal. Jalan tersebut merupakan urat nadi masyarakat Pining dalam menjalankan aktivitas ekonomi, mengangkut hasil pertanian, memenuhi kebutuhan sehari-hari dan mengakses pelayanan publik.


    Jika badan jalan terus digilas banjir dan pemerintah tetap menunggu, maka bukan tidak mungkin yang tersisa nanti bukan lagi jalan yang bisa diperbaiki, melainkan akses yang sudah terputus.


    Masyarakat kini menunggu bukti nyata kehadiran Pemerintah Aceh di lapangan.


    Jangan sampai masyarakat kembali mendengar alasan setelah jalan putus. Yang dibutuhkan warga sekarang adalah tindakan sebelum semuanya terlambat.

    (5411180)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini