• Jelajahi

    Copyright © Sorotanmerahputih
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Truk Molen Terguling di Proyek Alun-Alun Cibadak, Kondisi Tanah dan Penerapan K3 Jadi Sorotan

    Selasa, 03 November 2026, November 03, 2026 WIB Last Updated 2026-11-03T13:05:15Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

     







    SUKABUMI – Aktivitas pembangunan Alun-Alun Cibadak, Kabupaten Sukabumi, menjadi perhatian setelah sebuah mobil molen atau concrete mixer truck terguling di area proyek, Selasa (3/11/2026).


    Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden tersebut diduga terjadi akibat kondisi tanah di lokasi pekerjaan yang belum cukup padat sehingga roda kendaraan amblas dan menyebabkan truk molen terguling. Namun, penyebab pasti kejadian tersebut masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan teknis di lapangan.





    Selain insiden kendaraan, kondisi penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lokasi proyek juga menjadi sorotan. Dari pantauan di lapangan, terlihat sejumlah pekerja belum menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) secara lengkap. Rambu-rambu keselamatan serta perlengkapan pengamanan kerja lainnya juga dinilai belum terlihat memadai.


    Kabid PKP Perkim Kabupaten Sukabumi, Rudi Abdullah, mengatakan dirinya datang ke lokasi setelah menerima laporan mengenai kejadian truk molen yang diduga amblas di area pekerjaan.





    "Kenapa saya ke sini, saya mendapatkan laporan ada kejadian truk molen yang diduga amblas, mungkin dari jaringan drainase yang sedang dibuat. Saya coba kroscek dulu, kita evaluasi pengerjaannya bagaimana, progres keselamatan kerjanya, dan nanti kita evaluasi. Hari ini saya baru datang untuk melakukan pengecekan, kebetulan saya membawa tim teknis ke sini," ujarnya.


    Saat dimintai tanggapan mengenai sejumlah pekerja yang terlihat tidak menggunakan APD, Rudi menyampaikan bahwa pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap penyedia jasa atau pelaksana proyek.


    Menurutnya, APD merupakan bagian penting dalam menjamin keselamatan pekerja selama kegiatan konstruksi berlangsung.


    "Kita pasti akan melaksanakan. Dalam satu minggu ini kita akan melaksanakan rapat evaluasi. Nanti kita coba membuat surat teguran kepada penyedia. Saya juga melihat sebagian sudah menggunakan APD, sedangkan APD itu kita anggap hal yang penting bagi keselamatan pekerja. Kita akan melaksanakan evaluasi dengan penyedia nanti," jelasnya.


    Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa aspek keselamatan kerja menjadi salah satu hal yang akan dievaluasi oleh pihak terkait. Meski demikian, penerapan standar K3 semestinya menjadi perhatian sejak awal pekerjaan, bukan hanya setelah terjadi insiden di lokasi proyek.


    Dalam pelaksanaan pekerjaan konstruksi, penyedia jasa memiliki kewajiban memperhatikan standar teknis, kualitas pekerjaan, serta keselamatan dan kesehatan kerja. Penggunaan APD sesuai risiko pekerjaan, pemasangan rambu-rambu peringatan, pengamanan area kerja, dan pengarahan keselamatan secara berkala merupakan bagian penting dari penerapan K3.


    Selain itu, pekerjaan pemadatan tanah juga perlu dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis agar mampu menopang kendaraan dan peralatan berat yang beroperasi di area proyek.


    Insiden tergulingnya truk molen tersebut menjadi momentum bagi pihak terkait untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh, baik terhadap kondisi tanah, metode pelaksanaan pekerjaan, maupun sistem pengawasan keselamatan di lapangan.


    Publik juga berharap Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Sukabumi bersama pihak penyedia jasa, PT Haruman Buana Agung, dapat memberikan perhatian serius terhadap hasil evaluasi tersebut.


    Transparansi mengenai penyebab kejadian, kualitas pekerjaan, serta penerapan standar K3 diperlukan agar pembangunan fasilitas publik tersebut berjalan sesuai ketentuan dan tidak mengabaikan keselamatan para pekerja maupun masyarakat di sekitar proyek.


    Hingga berita ini disusun, penyebab pasti tergulingnya truk molen dan hasil evaluasi teknis dari pihak terkait belum disampaikan secara resmi.

    (Time Red)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini