HALMAHERA SELTAN .sorotanmerahputih. com— Warga Desa Gilalang, Kecamatan Bacan Barat Utara, Kabupaten Halmahera Selatan, melakukan aksi pemalangan rumah dinas guru pada Minggu (2/11/2025). Aksi tersebut merupakan bentuk kekecewaan masyarakat terhadap salah satu oknum guru bernama Ati Din, yang diduga jarang hadir untuk melaksanakan tugas mengajar di sekolah setempat.
Berdasarkan informasi yang diperoleh di lapangan, warga menilai sikap oknum guru tersebut telah menurunkan semangat belajar siswa. Selama ini, Ati Din disebut kerap meninggalkan tugas mengajar dengan berbagai alasan pribadi, bahkan di saat-saat penting seperti ujian sekolah. Kondisi ini membuat proses belajar mengajar menjadi tidak maksimal, sehingga menimbulkan keresahan dan ketidakpuasan di kalangan orang tua siswa serta masyarakat desa.
Tak hanya soal ketidakhadiran mengajar, permasalahan lain juga muncul terkait penggunaan rumah dinas guru. Rumah tersebut, yang merupakan fasilitas negara dan seharusnya ditempati oleh guru aktif di Desa Gilalang, justru dikuasai oleh Ati Din. Warga menilai, yang bersangkutan bertindak seolah-olah rumah dinas itu merupakan milik pribadi, dengan menolak memberikan akses kepada guru lain yang ingin menempati tempat tersebut. Hal inilah yang akhirnya memicu kemarahan masyarakat hingga mengambil langkah tegas dengan melakukan pemalangan rumah dinas.
Salah satu tokoh masyarakat Desa Gilalang menjelaskan bahwa tindakan ini bukan bentuk perlawanan terhadap pemerintah, melainkan suara keprihatinan warga terhadap rendahnya disiplin oknum guru yang seharusnya menjadi panutan bagi generasi muda.
«“Kami tidak menolak guru, tapi kami menolak ketidakdisiplinan. Rumah dinas itu milik negara, bukan milik pribadi. Kalau tidak mau mengajar dengan sungguh-sungguh, lebih baik diganti dengan guru yang mau mengabdi untuk anak-anak di desa ini,” ujar salah satu warga dengan nada tegas.»
Aksi pemalangan dilakukan dengan tertib tanpa ada tindakan anarkis. Warga hanya menutup pintu dan jendela rumah dinas sebagai bentuk simbolis penolakan terhadap perilaku oknum guru tersebut. Mereka juga menyampaikan aspirasi agar pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Halmahera Selatan segera turun tangan untuk menindaklanjuti permasalahan tersebut.
Masyarakat berharap pemerintah daerah memberikan perhatian serius terhadap kinerja dan kedisiplinan tenaga pendidik, khususnya yang bertugas di daerah terpencil seperti Desa Gilalang. Warga juga meminta agar Ati Din tidak lagi ditugaskan mengajar di desa tersebut, karena dinilai sudah tidak layak menjadi teladan bagi para siswa.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Halmahera Selatan terkait langkah yang akan diambil untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Namun, masyarakat berharap agar kejadian ini menjadi pelajaran penting bagi seluruh tenaga pendidik di wilayah Maluku Utara untuk lebih profesional dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas mulia sebagai pendidik.

