• Jelajahi

    Copyright © Sorotanmerahputih
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Pemkab Gayo Lues Gelar Pasar Murah di 11 Kecamatan Upaya Menahan Gejolak Harga Bahan Pokok Menjelang Idul Fitri

    Kamis, 12 Maret 2026, Maret 12, 2026 WIB Last Updated 2026-03-12T13:11:38Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

     






    Gayo Lues – sorotanmerahputih.com:12 Maret 2026: 4:47 WIB.



    Menjelang Hari Raya Idul Fitri, persoalan klasik kembali menghantui masyarakat: lonjakan harga bahan pokok. Setiap tahun, ketika umat Muslim bersiap menyambut hari kemenangan, dapur rakyat kecil kerap diuji oleh naiknya harga kebutuhan sehari-hari. Situasi ini pula yang menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Gayo Lues.


    Sebagai langkah antisipatif, Pemerintah Kabupaten Gayo Lues melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Perindagkop) menggelar program pasar murah di 11 kecamatan di wilayah tersebut.


    Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perindagkop Gayo Lues, Samsul Bahri, membenarkan bahwa kegiatan ini merupakan upaya pemerintah daerah untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok menjelang Idul Fitri.


    Hal itu disampaikannya saat dikonfirmasi media sorotanmerahputih.com.ini melalui pesan WhatsApp, Kamis (12/3/2026).


    “Untuk menjaga kestabilan harga bahan pokok menjelang Hari Raya Idul Fitri, pemerintah daerah mengadakan pasar murah di sebelas kecamatan se-Kabupaten Gayo Lues,” ujar Samsul Bahri.


    Menurutnya, pasar murah tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu instrumen penyeimbang harga di tengah meningkatnya permintaan masyarakat terhadap berbagai kebutuhan pokok menjelang hari raya.


    Langkah ini juga dinilai sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah dalam memberikan akses bahan pokok dengan harga yang lebih terjangkau, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang paling terdampak ketika harga pasar mulai bergerak naik.


    Samsul Bahri tidak menampik adanya kenaikan harga pada beberapa komoditas tertentu. Namun ia memastikan bahwa kenaikan tersebut masih berada dalam batas yang relatif wajar.


    “Memang ada beberapa komoditas yang mengalami kenaikan, seperti palawija. Namun kenaikannya tidak terlalu signifikan,” jelasnya.


    Meski demikian, kondisi ini tetap menjadi perhatian pemerintah daerah. Bagi masyarakat kecil, kenaikan harga sekecil apa pun tetap memberikan dampak terhadap pengeluaran rumah tangga, terlebih menjelang Lebaran ketika kebutuhan keluarga meningkat cukup tajam.


    Mulai dari kebutuhan dapur sehari-hari hingga persiapan menyambut keluarga yang pulang kampung, semuanya membutuhkan biaya tambahan.


    Karena itu, keberadaan pasar murah di sebelas kecamatan diharapkan tidak sekadar menjadi agenda rutin menjelang hari besar keagamaan, tetapi benar-benar menjadi benteng ekonomi bagi masyarakat agar tidak tertekan oleh mahalnya harga bahan pokok.


    Pemerintah daerah juga diharapkan terus memantau distribusi barang serta memperketat pengawasan terhadap praktik perdagangan yang berpotensi merugikan masyarakat.


    “Semoga dengan adanya pasar murah ini dapat membantu meringankan beban ekonomi masyarakat,” tutup Samsul Bahri.


    Harapan tersebut tentu sejalan dengan keinginan masyarakat Gayo Lues. Idul Fitri seharusnya menjadi momentum kebahagiaan, bukan kegelisahan karena harga kebutuhan pokok yang melonjak.


    Pada akhirnya, kestabilan harga bukan semata persoalan pasar, melainkan juga bentuk keberpihakan kepada rakyat kecil. Jika harga tetap terkendali, masyarakat dapat menyambut Idul Fitri dengan hati yang lebih tenang.

    (5411180)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    NamaLabel

    +