• Jelajahi

    Copyright © Sorotanmerahputih
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Samarinda Bidik Juara Umum, Sparing Day Pencak Silat Digenjot

    Sabtu, 22 Agustus 2026, Agustus 22, 2026 WIB Last Updated 2026-08-22T10:49:07Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

     






    SAMARINDA – Sorotan Merah Putih. Com. 

     Tim pencak silat Kota Samarinda terus mematangkan persiapan menghadapi Pekan Olahraga Pelajar Provinsi (Popprov) Kalimantan Timur VIII 2026 di Kabupaten Paser pada November mendatang. Salah satu strategi yang digenjot adalah agenda sparing day sebanyak tiga hingga empat kali selama masa pemusatan latihan.





    Bina Prestasi Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Samarinda, Hendra Wakhyu Hidayat, mengatakan sparing day dirancang secara bertahap untuk mengukur kesiapan atlet sebelum menghadapi pertandingan resmi.


    Tahap awal dilakukan melalui uji tanding internal antarpesilat dalam tim. Selanjutnya, sparing melibatkan sejumlah perguruan pencak silat di Samarinda hingga uji tanding lintas daerah.





    “Untuk sparing day, kami mengagendakan sekitar tiga hingga empat kali pelaksanaan selama masa pemusatan latihan,” ujar Hendra saat ditemui di Gedung Pencak Silat, Jalan AWS Folder Air Hitam, Samarinda, Sabtu (22/8/2026).


    Menurutnya, uji tanding lintas daerah akan diarahkan untuk menghadapi tim dari daerah sekitar Samarinda, seperti Balikpapan dan Kutai Kartanegara.


    Skema tersebut disiapkan agar atlet memperoleh pengalaman menghadapi karakter lawan yang beragam. Dengan demikian, pelatih dapat menyusun strategi yang lebih bervariasi sebelum memasuki pertandingan Popprov.


    Empat Target Sparing Day


    Hendra menjelaskan, sparing day tidak sekadar menjadi ajang menguji kemampuan atlet. Ada empat target utama yang ingin dicapai tim pelatih.


    Pertama, mengevaluasi kemampuan fisik dan taktik atlet. Uji tanding menjadi sarana untuk melihat sejauh mana materi latihan harian dapat diterapkan saat menghadapi lawan.


    Kedua, melakukan simulasi pertandingan resmi. Atlet akan dibiasakan dengan situasi pertandingan sekaligus beradaptasi dengan aturan dan regulasi terbaru PB IPSI yang akan diterapkan.


    Ketiga, membentuk mental dan menambah jam terbang atlet. Pengalaman bertanding diharapkan membuat atlet semakin tenang, fokus, dan tidak canggung ketika tampil di arena Popprov.


    Keempat, mendeteksi kelemahan sejak dini. Hasil sparing akan menjadi bahan evaluasi pelatih untuk mengidentifikasi kekurangan setiap atlet dan segera melakukan perbaikan.


    “Poin utamanya ada evaluasi fisik dan taktik, simulasi pertandingan resmi, pembentukan mental dan jam terbang, serta deteksi kelemahan dini,” jelas Hendra.


    Samarinda Optimistis Bidik Jalur Juara Umum


    Menghadapi persaingan di Popprov Kaltim VIII, Hendra optimistis dengan potensi atlet Samarinda.


    Menurutnya, pembinaan pencak silat di Samarinda memiliki basis yang kuat. Regenerasi atlet juga berlangsung melalui berbagai perguruan yang ada di daerah tersebut.


    Sejumlah atlet bahkan telah memiliki pengalaman bertanding di level Kejurda, Popda hingga kejuaraan nasional.


    “Kami sangat optimistis. Dari sisi atlet, Samarinda punya pembinaan yang sangat kuat dengan regenerasi dari berbagai perguruan. Banyak di antara mereka sudah berpengalaman di tingkat Kejurda, Popda, hingga Kejuaraan Nasional,” katanya.


    Dengan modal tersebut, Hendra menilai target Samarinda untuk bersaing dalam perebutan juara umum cukup realistis.


    Dari sisi kepelatihan, tim juga diperkuat pelatih yang memiliki sertifikasi tingkat daerah maupun nasional. Kolaborasi pelatih senior dan muda diharapkan menghasilkan pola latihan yang modern, terukur, dan disiplin.


    Perkuat Try Out dan Tes Fisik


    Dalam waktu dekat, tim pencak silat Samarinda akan memfokuskan program pada penyelesaian agenda sparing day dan mematangkan rencana try out lanjutan.


    Try out akan digunakan untuk menguji kemampuan atlet menghadapi variasi lawan dari luar daerah. Program tersebut sekaligus menjadi bagian dari persiapan menyusun strategi baru menghadapi aturan pertandingan terbaru.


    Selain itu, tim akan menjalani tes fisik secara berkala dan pemantapan mental bersama KONI Samarinda sebelum memasuki fase pemusatan latihan terpusat atau TC sentralisasi.


    Hendra menilai kesiapan fisik dan mental harus berjalan beriringan. Terlebih, faktor cedera menjadi salah satu hal yang perlu diantisipasi menjelang pertandingan.


    Disiplin Jadi Kunci Performa Atlet


    Sementara itu, Komisi Disiplin IPSI Kota Samarinda, Imam Nawawi, menekankan pentingnya konsistensi atlet dalam menjalani program latihan.


    Menurut Imam, kedisiplinan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari proses pembentukan atlet berprestasi. Latihan harus dilakukan secara bertahap, bertingkat, dan berkelanjutan.


    “Untuk mencapai prestasi maksimal tidak akan tercapai kalau latihan tidak konsisten. Latihan seperti ini sifatnya bertahap, bertingkat, dan berlanjut,” ujar Imam.


    Ia menilai atlet Samarinda sejauh ini menunjukkan kedisiplinan dan konsistensi yang cukup baik dalam menjalani latihan.


    Namun, menurutnya, kedisiplinan tersebut harus terus dipertahankan hingga memasuki pertandingan.


    “Ketika mereka tidak konsisten dan tidak disiplin, rantai latihan akan terputus. Itu akan mengganggu pencapaian maksimal,” katanya.


    Imam berharap Popprov Kaltim VIII tidak hanya menjadi tujuan akhir bagi para atlet. Ajang tersebut dinilai sebagai salah satu tahapan untuk membawa pesilat Samarinda menuju level yang lebih tinggi.


    Ia berharap atlet yang tampil di Popprov nantinya mampu berkembang hingga memperkuat kontingen Kalimantan Timur pada level nasional.


    Bahkan, ia ingin pembinaan tersebut dapat melahirkan pesilat yang kelak mampu membawa nama Indonesia di tingkat internasional.


    “Popprov ini bukan tujuan utama, tetapi ini adalah tangga. Harapan saya atlet-atlet ini bisa mewakili Kalimantan Timur dan selanjutnya mewakili Indonesia di kancah internasional,” ungkapnya.


    Menurut Imam, pencak silat memiliki nilai lebih karena merupakan bagian dari budaya Indonesia yang perlu diperkenalkan ke dunia.


    Karena itu, pembinaan atlet sejak usia pelajar dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan prestasi sekaligus memperkuat eksistensi pencak silat sebagai olahraga dan budaya bangsa.


    Dengan program sparing yang semakin intensif, evaluasi berkala, serta penguatan fisik dan mental, tim pencak silat Samarinda kini terus mematangkan persiapan menuju Popprov Kaltim VIII 2026 di Paser.

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini