• Jelajahi

    Copyright © Sorotanmerahputih
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Akses Jalan KIPI Ditutup Warga Selama Tiga Jam, Tuntut Penyelesaian Persoalan Lahan, Tenaga Kerja dan Lingkungan

    Jumat, 04 September 2026, September 04, 2026 WIB Last Updated 2026-09-04T07:17:00Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

     





    SOROTAN MERAH PUTIH. COM. 

    Bulungan, Kalimantan Utara (L.A) — Aktivitas operasional di Kawasan Industri Hijau Indonesia (KIPI) terdampak aksi damai sekitar 100 warga pada Kamis (3/9/2026). Massa menutup akses jalan poros yang menghubungkan kawasan pabrik aluminium dengan pelabuhan ekspor KIPI.


    Penutupan akses tersebut menyebabkan mobilitas kendaraan di jalur utama kawasan industri terhenti selama kurang lebih tiga jam.





    Aksi tersebut merupakan lanjutan dari penyampaian aspirasi warga pada 26 Agustus 2026. Warga mengaku kecewa lantaran berbagai persoalan dan tuntutan yang sebelumnya telah disampaikan dinilai belum mendapat respons dari pihak KIPI.


    Sejumlah persoalan menjadi sorotan warga, di antaranya dugaan perampasan lahan, persoalan ketenagakerjaan, serta isu lingkungan yang dinilai berdampak terhadap masyarakat di sekitar kawasan industri.


    Massa aksi berasal dari sejumlah wilayah, yakni Karang Tigau, Mangkupadi, Kampung Baru, Tanah Kuning, dan Binai. Warga menyatakan keberadaan maupun aktivitas kawasan industri telah menimbulkan persoalan yang mereka rasakan secara langsung dan meminta agar hal tersebut segera diselesaikan.


    Dalam aksi tersebut, warga mendapat pendampingan dari DPP Persatuan Pemuda Adat Daerah Kalimantan Utara (PERSADAKU), yang diketuai Marfi, dengan Suhamdi sebagai koordinator lapangan.


    Setelah berlangsung sekitar tiga jam, massa akhirnya membuka kembali akses jalan setelah mendapat permintaan dari pihak keamanan. Pihak keamanan juga menyampaikan akan berupaya mengundang pihak KIPI untuk melakukan pertemuan bersama warga yang terdampak.


    Pembukaan akses jalan tersebut menjadi langkah sementara untuk memberikan ruang bagi upaya dialog antara masyarakat dan pihak KIPI.


    Meski demikian, massa menyatakan akan kembali melakukan aksi dengan jumlah peserta yang lebih besar dan menutup penuh akses jalan tersebut apabila pihak KIPI tidak memberikan tanggapan terhadap berbagai tuntutan pembayaran lahan atau ganti rugi yang telah disampaikan.


    Aksi tersebut menjadi perhatian seiring dengan mulai beroperasinya fasilitas produksi aluminium di kawasan KIPI. Produk aluminium dari kawasan tersebut saat ini mulai diproduksi dan kegiatan ekspor dilakukan melalui pelabuhan yang berada di dalam kawasan industri.


    Warga berharap berbagai persoalan yang mereka sampaikan dapat memperoleh respons dan penyelesaian secara terbuka melalui dialog antara masyarakat terdampak dan pihak KIPI.


    Mereka juga meminta agar setiap persoalan yang berkaitan dengan lahan, ketenagakerjaan, maupun lingkungan dapat dibahas secara transparan sehingga ditemukan solusi yang dapat diterima oleh seluruh pihak.penulis Nasrullah

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini