SAMARINDA — Sorotan Merah Putih. Com.
Upaya memperkuat regenerasi petani dan masa depan pertanian Kalimantan Timur mendapat respons positif dari Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTH) Provinsi Kalimantan Timur.
Hal tersebut disampaikan dalam audiensi DPW Barisan 8 Center (B8C) Kaltim dengan Kepala DPTH Kaltim, Fahmi Himawan, S.T., M.T., Selasa (8/9/2026).
Dalam pertemuan tersebut, B8C menyampaikan program regenerasi petani yang mendorong keterlibatan generasi muda dalam sektor pertanian, termasuk peningkatan kapasitas, modernisasi pertanian, serta penguatan ekosistem pertanian di Kaltim.
Fahmi Himawan menyambut baik gagasan tersebut dan menyatakan kesiapan untuk membuka ruang kolaborasi dalam upaya memajukan pertanian Kalimantan Timur.
Ketua DPW B8C Kaltim, Eka Marindra Lutviandi, S.Psi., mengatakan bahwa regenerasi petani merupakan agenda penting yang harus mulai dikerjakan secara serius.
«“Pertanian tidak cukup hanya berbicara soal lahan dan produksi. Kita juga harus memastikan siapa yang akan mengelola pertanian Kaltim di masa depan. Karena itu, generasi muda harus mulai kita dorong untuk melihat pertanian sebagai sektor yang modern, produktif dan memiliki masa depan,” ujar Eka.»
Menurutnya, B8C memilih pendekatan kolaboratif dengan mempertemukan pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, petani, komunitas dan generasi muda.
Audiensi dengan DPTH Kaltim ini juga menjadi bagian dari rangkaian langkah B8C setelah sebelumnya melakukan penandatanganan MoU dengan Universitas Mulawarman (Unmul) untuk memperkuat sinergi dalam pengembangan program pertanian dan pemberdayaan masyarakat.
«“Kami tidak ingin berjalan sendiri. Pemerintah punya kebijakan dan program, perguruan tinggi punya ilmu dan teknologi, sementara masyarakat adalah pelaku di lapangan. Yang kita bangun adalah ekosistem kolaborasi,” kata Eka.»
Dalam audiensi tersebut, Ketua DPW B8C Kaltim didampingi Sekretaris Ahmad Yani, A.Md., S.H., dan Wakil Ketua Bambang Irawan.
B8C DPW Kaltim berharap kolaborasi dengan DPTH Kaltim dapat segera ditindaklanjuti melalui program-program konkret yang memberikan ruang lebih besar bagi generasi muda untuk terlibat dalam pembangunan pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan Kalimantan Timur.
“Kita ingin pertanian Kaltim tidak hanya bertahan, tetapi tumbuh menjadi sektor yang modern, produktif dan menarik bagi generasi muda,” pungkas Eka.


