• Jelajahi

    Copyright © Sorotanmerahputih
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Persatuan DumTruck kab Gayo lues Kepung Kantor PLN Blangkejeren terkait Ongkos Angkut BBM Pasca Banjir Belum Dibayar sampai saat ini juga

    Senin, 09 Maret 2026, Maret 09, 2026 WIB Last Updated 2026-03-09T12:44:29Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

     





    Gayo Lues: sorotan merah putih .com:4:47 WIB, 09 Maret 2026

       




    Persatuan DumTruck di kab Gayo Lues mendatangi Kantor PLN Persero ULP Blangkejeren terkait Ongkos Angkut BBM Pasca Banjir Belum Dibayar sampai saat ini sebagai bentuk protes .





    Sebanyak 18 unit dumtruk tersebut mengangkut BBM dari Aceh Barat Daya ke Gayo Lues dalam kondisi darurat pasca banjir beberapa bulan lalu, namun hingga kini ongkos angkutnya diduga belum diselesaikan.





    Nilai pembayaran yang belum diterima diperkirakan mencapai Rp15 juta hingga Rp16 juta/ dum Total keseluruhan menjadi beban besar bagi para pemilik dan sopir, terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri.


    "Sampai hari ini belum ada pembayaran. Kalau dihitung semua, jumlahnya sangat besar bagi kami. Abang-abang sopir sangat berharap uang itu bisa cair sebelum lebaran karena punya keluarga dan kebutuhan hari raya," ujar salah seorang pemilik dum truck yang ditemui di lokasi.


    Para pemilik kendaraan mengaku telah menjalankan tugas demi membantu operasional mesin pembangkit listrik agar pasokan listrik masyarakat tidak terganggu. Puluhan dum truck diparkir di sekitar kantor PLN untuk menuntut kepastian, sementara para sopir berkumpul menunggu penjelasan manajemen dari pihak PLN.


    Hingga berita ini diterbitkan, pihak manajemen PLN ULP Blangkejeren belum memberikan keterangan resmi. Upaya konfirmasi wartawan juga belum mendapatkan jawaban yang jelas.


    Situasi ini menimbulkan pertanyaan terkait tanggung jawab pembayaran pekerjaan yang dilakukan dalam kondisi darurat. Para sopir berharap persoalan segera diselesaikan sebelum Idul Fitri dan menegaskan bahwa aksi ini bukan untuk membuat kegaduhan, melainkan menuntut hak yang seharusnya mereka terima.


    Jika tidak segera menemukan solusi, dikhawatirkan polemik ini akan meluas dan mempengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap perusahaan listrik negara di Kabupaten Gayo Lues. 


    ( 5411180 )

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    NamaLabel

    +