Kegiatan yang dipusatkan di area pekarangan rumah adat ini menjadi momentum penting dalam menjaga warisan budaya leluhur sekaligus memperkuat kebersamaan masyarakat.
Acara dihadiri oleh berbagai unsur, mulai dari Ketua Adat Andi Makkatutu Dg. Matike, perwakilan Dinas Kebudayaan Kota Makassar, pemerintah kecamatan dan kelurahan, aparat keamanan, hingga tokoh masyarakat, agama, pemuda, dan perempuan setempat.
Rangkaian kegiatan diawali dengan doa bersama sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil panen yang diperoleh masyarakat.
Pelestarian Tradisi Leluhur
Ketua Adat Andi Makkatutu Dg. Matike menegaskan bahwa pesta panen bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai budaya yang diwariskan secara turun-temurun.
“Pesta panen ini adalah wujud rasa syukur sekaligus penguatan nilai kebersamaan dan gotong royong yang telah diwariskan oleh leluhur.”
Ia juga mengajak generasi muda untuk tetap menjaga identitas budaya di tengah arus modernisasi.
Apresiasi dan Dukungan Pemerintah
Perwakilan Dinas Kebudayaan Kota Makassar yang diwakili Suriady menyampaikan apresiasi atas konsistensi masyarakat dalam merawat tradisi lokal.
“Kegiatan ini mampu memperkuat kebersamaan masyarakat sekaligus membuka peluang peningkatan ekonomi warga melalui sektor pariwisata budaya.”
Menurutnya, kegiatan budaya seperti ini tidak hanya memperkuat nilai sosial, tetapi juga memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai daya tarik wisata berbasis kearifan lokal.
Atraksi Budaya Semarakkan Kegiatan
Pesta panen semakin semarak dengan berbagai pertunjukan seni dan budaya, di antaranya A’dengka Ase Lolo, Tari 4 Etnis Sulawesi Selatan, Tari Kreasi Pepe’-Pepe’, serta atraksi tradisional Pamanca’ dan Rampa’ Gendang.
Antusiasme masyarakat terlihat dari padatnya lokasi kegiatan yang juga menarik perhatian pengunjung dari luar wilayah.
Berjalan Aman dan Kondusif
Kegiatan ditutup secara resmi oleh Kapolsek yang turut mengap
liputan: Syamsir
Editor: Syibli