• Jelajahi

    Copyright © Sorotanmerahputih
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Pesta Panen Adat Laikang “A’DENGKA ASE LOLO” di Makassar Meriah, Perkuat Tradisi dan Dorong Wisata Budaya

    Minggu, 19 April 2026, April 19, 2026 WIB Last Updated 2026-04-20T01:49:53Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini
    Pesta Panen Adat Laikang
    Digelar Dua Hari di Rumah Adat Tubaranina Sudiang, Sarat Nilai Leluhur, Kebersamaan Warga, dan Dukungan Pemerintah
    MAKASSAR — Masyarakat adat Kelurahan Laikang menggelar Pesta Panen Tahunan bertajuk “A’DENGKA ASE LOLO” yang berlangsung meriah selama dua hari, Sabtu hingga Minggu (18–19 April 2026), di Rumah Adat Tubaranina Sudiang, Jalan Pabongkayya, Kecamatan Biringkanaya.

     

    Kegiatan yang dipusatkan di area pekarangan rumah adat ini menjadi momentum penting dalam menjaga warisan budaya leluhur sekaligus memperkuat kebersamaan masyarakat.


    Acara dihadiri oleh berbagai unsur, mulai dari Ketua Adat Andi Makkatutu Dg. Matike, perwakilan Dinas Kebudayaan Kota Makassar, pemerintah kecamatan dan kelurahan, aparat keamanan, hingga tokoh masyarakat, agama, pemuda, dan perempuan setempat.


    Rangkaian kegiatan diawali dengan doa bersama sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil panen yang diperoleh masyarakat.


    Pelestarian Tradisi Leluhur


    Ketua Adat Andi Makkatutu Dg. Matike menegaskan bahwa pesta panen bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai budaya yang diwariskan secara turun-temurun.


    “Pesta panen ini adalah wujud rasa syukur sekaligus penguatan nilai kebersamaan dan gotong royong yang telah diwariskan oleh leluhur.”

     

    Ia juga mengajak generasi muda untuk tetap menjaga identitas budaya di tengah arus modernisasi.


    Apresiasi dan Dukungan Pemerintah


    Perwakilan Dinas Kebudayaan Kota Makassar yang diwakili Suriady menyampaikan apresiasi atas konsistensi masyarakat dalam merawat tradisi lokal.


    “Kegiatan ini mampu memperkuat kebersamaan masyarakat sekaligus membuka peluang peningkatan ekonomi warga melalui sektor pariwisata budaya.”

     

    Menurutnya, kegiatan budaya seperti ini tidak hanya memperkuat nilai sosial, tetapi juga memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai daya tarik wisata berbasis kearifan lokal.


    Atraksi Budaya Semarakkan Kegiatan


    Pesta panen semakin semarak dengan berbagai pertunjukan seni dan budaya, di antaranya A’dengka Ase Lolo, Tari 4 Etnis Sulawesi Selatan, Tari Kreasi Pepe’-Pepe’, serta atraksi tradisional Pamanca’ dan Rampa’ Gendang.


    Antusiasme masyarakat terlihat dari padatnya lokasi kegiatan yang juga menarik perhatian pengunjung dari luar wilayah.


    Berjalan Aman dan Kondusif


    Kegiatan ditutup secara resmi oleh Kapolsek yang turut mengap



    liputan: Syamsir

    Editor: Syibli

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini