• Jelajahi

    Copyright © Sorotanmerahputih
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Tangan Dingin Ian Hasta: Cetak Juara Dunia, Wahyudi Pecahkan Rekor Dunia 118 Detik di India

    Kamis, 09 April 2026, April 09, 2026 WIB Last Updated 2026-04-09T15:22:54Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

     

     




    MAKASSAR – Nama Indonesia kembali harum di kancah teknologi dunia. Talenta muda binaan Hasta Indonesia dan Sekolah Pemeliharaan Ponsel Cerdas (SP2C) kembali membuktikan kualitasnya dengan meraih gelar juara sekaligus memecahkan rekor dunia.

     

    Wahyudi, teknisi muda Indonesia, resmi dinobatkan sebagai juara dalam ajang Mobialive Championship dan memecahkan rekor dunia baru. Ia mencatatkan waktu tercepat hanya 118 detik dalam proses mengangkat, mencetak, dan memasang CPU A17. Catatan ini mematahkan rekor dunia sebelumnya yang dipegang oleh teknisi asal Brazil, Rodrigo Dos Santos.

     




    Wahyudi:Atlet dan teknisi muda peraih juara serta pemegang rekor dunia baru.


    Ian Hasta: Founder Hasta Indonesia dan SP2C, selaku mentor dan arsitek keberhasilan para teknisi ini.

    Ardy & Saputra: Mantan murid binaan yang juga telah mengharumkan nama bangsa di ajang internasional.

     

    Puncak prestasi terbaru diraih di New Delhi, India. Sebelumnya, berbagai kejuaraan juga telah dimenangkan di berbagai negara seperti China dan Malaysia, serta kejuaraan nasional di Makassar.

     

    Pencapaian terbaru ini diraih saat pelaksanaan Mobialive Championship di New Delhi, menambah daftar panjang prestasi yang telah dikumpulkan secara berturut-turut oleh para murid binaan Ian Hasta di berbagai ajang internasional.

     

    Keberhasilan ini bukan sekadar keberuntungan, melainkan hasil dari sistem pendidikan teknis yang matang dan pembentukan mental yang kuat. Di bawah bimbingan Ian Hasta, para siswa dilatih untuk bersaing di level global. Selain kemampuan teknis, mentalitas juara menjadi kunci utama agar mampu mengalahkan teknisi-teknisi terbaik dunia dari berbagai negara.

     

    Ian Hasta membangun ekosistem pendidikan teknis yang kompetitif melalui lembaga Hasta Indonesia dan SP2C. Beliau menerapkan doktrin disiplin yang ketat dengan prinsip "Gagal, coba lagi, ulangi hingga berhasil". Melalui latihan yang terus menerus, kemampuan teknis diubah menjadi insting, sehingga menghasilkan kecepatan dan akurasi tinggi yang menjadi keunggulan utama di atas kertas kompetisi.

     

    Dengan berbagai prestasi ini, Ian Hasta dan murid-muridnya membuktikan bahwa sumber daya manusia Indonesia mampu mendominasi panggung teknologi dunia.


    Redaksi : Sorotanpublic.com


    Arifin sulsel

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini