• Jelajahi

    Copyright © Sorotanmerahputih
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    SILATURAHMI DI WARUNG SATE TULUNG AGUNG, TOKOH KALTARA RUMUSKAN STRATEGI KAMTIBMAS HUMANIS

    Selasa, 02 Juni 2026, Juni 02, 2026 WIB Last Updated 2026-06-02T12:28:56Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

     





    Polda Kaltara, Zulkifli Murad, Deni Siswanto & Muzammil Sepakat: Keamanan Harus Berbasis HAM

     

    TANJUNG SELOR – Suasana hangat dan akrab menyelimuti pertemuan para tokoh Kalimantan Utara di Warung Sate Tulung Agung, Selasa (2/6/2026). Di tengah asap pembakaran arang dan aroma khas daging sate, digelar silaturahmi santai namun sarat makna untuk merumuskan strategi penguatan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) di wilayah hukum Polda Kaltara.

     

    Pertemuan ini dihadiri langsung oleh Deni Siswanto, Muzammil, serta Zulkifli Murad – pendiri portal berita dan advokasi hak asasi manusia SuaraHAM.com yang juga dikenal sebagai pemerhati HAM vokal di wilayah tersebut. Kehadiran perwakilan Polda Kaltara melengkapi forum ini, menjembatani perspektif aparat penegak hukum dan elemen masyarakat sipil.

     

    Meski digelar di luar forum resmi, diskusi yang berlangsung mulai pukul 15.00 WITA ini berjalan sangat berbobot. Para peserta tak hanya berbagi cerita mengenai tantangan keamanan di Kaltara yang wilayahnya sangat luas dan dinamis, tetapi langsung merumuskan solusi konkret dan terukur.

     

    Dari pertemuan tersebut, disepakati tiga pilar utama strategi Kamtibmas ke depan:

     

    1. Operasional penegakan hukum yang humanis dan beradab;

    2. Optimalisasi peran aktif komunitas sebagai garda terdepan keamanan;

    3. Penguatan edukasi publik terkait kesadaran hukum dan penghormatan Hak Asasi Manusia (HAM).

     

    Zulkifli Murad: "Aman Tanpa HAM, Itu Omong Kosong" 


    Sebagai inisiator sekaligus pembicara kunci, Zulkifli Murad menekankan bahwa fondasi utama keamanan tidak boleh lepas dari nilai-nilai kemanusiaan. Ia mengingatkan, tujuan utama penegakan hukum adalah melindungi, bukan menakut-nakuti.

     

    “Menciptakan lingkungan yang aman dan tertib adalah tugas mulia, namun tugas ini butuh landasan yang sangat kuat: yaitu pengakuan dan perlindungan hak asasi manusia. Tanpa HAM, Kamtibmas hanya akan menjadi alat kekuasaan, bukan lagi berfungsi sebagai pengayom masyarakat,” tegas Zulkifli

     

    Pria yang dikenal aktif mengawal isu-isu publik ini juga mengapresiasi format pertemuan non-formal seperti ini. Menurutnya, ide-ide terbaik justru lahir dari komunikasi yang santai dan jujur.

     

    “Justru di luar forum resmi begini, kepedulian kita terhadap Kaltara tumbuh dari hati. Ini bukan tentang perintah atasan, tapi soal kesadaran kolektif bahwa kita semua punya tanggung jawab menjaga daerah ini,” tambahnya.

     

    Sementara itu, Deni Siswanto menilai inisiatif silaturahmi ini sangat vital dan strategis. Ia menekankan bahwa keberhasilan menjaga keamanan wilayah sangat bergantung pada kedekatan dan pemahaman antar sesama elemen bangsa.

     

    “Acara seperti ini sangat penting. Di sini kita bisa saling memahami perspektif, mencari titik temu, dan merancang kolaborasi yang solid ke depannya. Komunikasi yang terbuka seperti inilah fondasi utama Kamtibmas Kaltara yang kuat dan berkelanjutan,” ujar Deni Siswanto.

     

    Hal senada disampaikan Muzammil yang mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak pasif. Menurutnya, keamanan bukan tugas polisi saja, melainkan tanggung jawab semua warga.

     

    “Kita semua punya peran masing-masing. Lewat silaturahmi ini, mari kita satukan potensi dan sumber daya yang kita miliki. Hadapi tantangan bersama-sama, agar solusi yang dihasilkan lebih efektif, efisien, dan tetap humanis,” ajak Muzammil.

     

    Perwakilan Polda Kaltara yang hadir menyambut positif dan sangat mengapresiasi diskusi ini. Pihak kepolisian menilai, sinergi yang erat antara aparat penegak hukum dengan masyarakat sipil merupakan kunci utama untuk menjaga stabilitas dan kondusivitas di Kalimantan Utara.

     

    Lebih dari sekadar berkumpul dan menikmati hidangan sate, pertemuan sore itu menjadi bukti nyata adanya kolaborasi lintas elemen. Harapannya, obrolan santai ini dapat melahirkan ide-ide brilian serta kemitraan jangka panjang, bukan sekadar pertemuan sekali lewat, melainkan menjadi katalisator perubahan demi Kaltara yang lebih aman, tertib, harmonis, dan menjunjung tinggi HAM untuk generasi sekarang maupun mendatang (Nasrullah).

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini