• Jelajahi

    Copyright © Sorotanmerahputih
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Dukung Ketahanan Pangan, Pemkab Buton Utara Siap Bangun Irigasi DI Buranga Senilai Rp68 Miliar pada Agustus 2026

    Senin, 06 Juli 2026, Juli 06, 2026 WIB Last Updated 2026-07-06T09:00:52Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

     






    BURANGA – Pemerintah Kabupaten Buton Utara (Buton Utara) terus berkomitmen memperkuat sektor pertanian dan ketahanan pangan daerah. Salah satu langkah strategis yang dipastikan berjalan tahun ini adalah pembangunan jaringan irigasi Daerah Irigasi (DI) Buranga yang dijadwalkan mulai masuk tahap konstruksi fisik pada Agustus 2026 mendatang.


    Proyek infrastruktur skala besar ini akan menelan total anggaran sekitar Rp68 miliar. Melalui alokasi tersebut, pemerintah akan membangun sejumlah fasilitas vital pendukung distribusi air bagi lahan pertanian warga.


    Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Buton Utara, La Ode Husima, membenarkan bahwa persiapan terus dimatangkan agar pengerjaan fisik dapat segera dimulai tepat waktu.


    “Kemungkinan di Agustus sudah mulai. Anggaran kurang lebih Rp68 miliar,” ujar La Ode Husima 


    Pembangunan DI Buranga dirancang secara komprehensif untuk memastikan pasokan air ke lahan persawahan berjalan optimal dan merata. Rincian teknis proyek tersebut meliputi:

    ‌Pembangunan Bendungan: Bentangan sepanjang 27,6 meter.

    ‌Saluran Primer: Sepanjang 5 kilometer.

    ‌Saluran Sekunder: Sepanjang 12 kilometer.

    ‌Perluasan Program JIAT dan P3TGAI di Sembilan Titik


    Selain fokus pada proyek makro DI Buranga, Pemkab Buton Utara juga bergerak cepat di sektor mikro melalui sinergi lintas sektor. La Ode Husima mengungkapkan bahwa tahun ini Buton Utara berhasil mendapatkan persetujuan untuk Program Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) hasil kolaborasi dengan Dinas Pertanian.


    “Untuk irigasi, di samping bendungan, ada juga program JIAT kerja sama dengan Pertanian tahun ini. Kita mendapatkan persetujuan sembilan titik,” jelasnya.


    Tidak main-main, setiap titik dalam Program JIAT ini mendapatkan sokongan dana yang cukup besar, yakni senilai Rp1.944.893.950 per titik.


    Di samping itu, usulan Pemkab Buton Utara untuk Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) juga telah disetujui untuk lima kelompok tani dengan anggaran Rp195 juta per titik. Program P3TGAI ini menyasar dua desa strategis dengan rincian sebagai berikut:

    Lokasi Desa

    Jumlah Kelompok Penerima

    ‌Desa Gunung Sari 4 Kelompok

    ‌Desa Soloy Agung 1 Kelompok


    “P3TGAI ada lima kelompok yang dapat; empat kelompok di Desa Gunung Sari, kemudian satu kelompok di Desa Soloy Agung. Dengan anggaran Rp195 juta per titik,” pungkas Husima.


    Melalui intervensi anggaran dan pembangunan infrastruktur irigasi yang masif ini, Pemkab Buton Utara berharap produktivitas pertanian lokal dapat meningkat signifikan, sekaligus memberikan dampak kesejahteraan langsung bagi para petani di daerah tersebut. Tutup nya

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini