• Jelajahi

    Copyright © Sorotanmerahputih
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Proyek P3-TGAI Cahaya Bunsareh Disorot, Diduga Tak Ada Galian Pondasi dan Gunakan Material yang Dipertanyakan

    Minggu, 26 Juli 2026, Juli 26, 2026 WIB Last Updated 2026-07-26T12:20:10Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

     


    SAMPANG – Proyek peningkatan jaringan irigasi melalui Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) yang dikelola HIPPA/P3A Cahaya Bunsareh di Desa Kebun Sareh, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang, kini berada di bawah sorotan. Sejumlah temuan hasil pemantauan media di lapangan pada Sabtu (25/7) memunculkan dugaan adanya pekerjaan yang belum sepenuhnya sesuai dengan spesifikasi teknis, sehingga dinilai layak dilakukan pemeriksaan menyeluruh oleh instansi berwenang, Minggu (26/7/2026). 



    Program P3-TGAI merupakan salah satu program strategis pemerintah yang dibiayai melalui anggaran negara untuk memperkuat jaringan irigasi dan meningkatkan produktivitas pertanian. Karena menggunakan uang rakyat, setiap tahapan pekerjaan semestinya dilaksanakan sesuai standar teknis, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.



    Namun, kondisi yang ditemukan di lapangan justru memunculkan tanda tanya. Beberapa bagian bangunan memperlihatkan indikasi penggunaan material yang kualitasnya perlu diverifikasi lebih lanjut. Secara visual, material pasangan batu yang digunakan dinilai berbeda dengan material yang lazim dipakai pada konstruksi saluran irigasi permanen.



    Apabila dugaan tersebut terbukti, kualitas konstruksi berpotensi tidak mampu memberikan daya tahan optimal terhadap tekanan tanah maupun derasnya aliran air. Dampaknya tidak hanya menyangkut umur bangunan, tetapi juga berpotensi mengurangi efektivitas pemanfaatan anggaran negara.



    Sorotan berikutnya mengarah pada dugaan tidak ditemukannya galian pondasi di sejumlah titik pekerjaan sebelum pasangan batu dipasang. Padahal, pondasi merupakan komponen mendasar yang berfungsi menjaga stabilitas konstruksi agar tidak mudah bergeser, retak, ataupun mengalami kerusakan akibat beban konstruksi dan tekanan aliran air.



    Selain itu, media juga menemukan dugaan penggunaan batu sirtu atau batu berukuran kecil sebagai material pasangan. Dugaan tersebut perlu dibuktikan melalui pemeriksaan teknis guna memastikan apakah material yang digunakan benar-benar sesuai dengan spesifikasi dalam dokumen perencanaan maupun Rencana Anggaran Biaya (RAB).

    Tak hanya aspek teknis, persoalan transparansi pelaksanaan proyek juga menjadi perhatian. 



    Hingga proses peliputan berlangsung, identitas Ketua HIPPA/P3A Cahaya Bunsareh maupun penanggung jawab kegiatan di lapangan belum dapat diketahui secara jelas.

    Media telah berupaya memperoleh informasi tersebut dari Penjabat (Pj) Kepala Desa Kebun Sareh, Harun. Saat dikonfirmasi melalui aplikasi WhatsApp mengenai identitas maupun nomor kontak pelaksana proyek, ia hanya menjawab singkat, "Gak punya, tanya ke balai desa," ujarnya.



    Jawaban tersebut belum menjawab kebutuhan publik akan keterbukaan informasi. Padahal, proyek yang menggunakan dana negara semestinya memiliki penanggung jawab yang jelas sehingga memudahkan masyarakat, media, maupun aparat pengawas dalam melakukan pengawasan dan meminta klarifikasi apabila muncul dugaan permasalahan.



    Sejumlah pihak menilai temuan tersebut sudah cukup menjadi dasar bagi Tim Pendamping Masyarakat (TPM), Asisten Tenaga Ahli (ASTA), Konsultan Manajemen Balai (KMB), serta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas untuk segera melakukan verifikasi lapangan secara independen. Pemeriksaan tidak hanya perlu difokuskan pada mutu material, tetapi juga mencakup keberadaan pondasi, kesesuaian volume pekerjaan, dimensi bangunan, hingga keselarasan pelaksanaan dengan gambar kerja dan spesifikasi teknis.



    Apabila hasil verifikasi nantinya menemukan adanya pekerjaan yang tidak sesuai ketentuan, langkah perbaikan maupun tindakan administratif perlu dilakukan sesuai mekanisme yang berlaku agar kualitas infrastruktur tetap terjaga dan penggunaan anggaran negara benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.



    Media menegaskan bahwa seluruh informasi dalam pemberitaan ini merupakan hasil pemantauan lapangan dan masih berupa dugaan yang memerlukan pembuktian melalui pemeriksaan oleh instansi yang berwenang. Oleh karena itu, hak jawab dan hak klarifikasi tetap terbuka bagi HIPPA/P3A Cahaya Bunsareh, pemerintah desa, pendamping program, maupun seluruh pihak terkait, sebagai bagian dari prinsip pemberitaan yang berimbang dan akurat.


    Tim

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini