SIDOARJO -Momentum peringatan peristiwa Gerakan 30 September (G30S) yang terjadi pada 30 September 1965 menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Pesan tersebut disampaikan melalui poster peringatan yang diterbitkan keluarga besar AMC Group, staf dan pegawai, dengan mengusung tema refleksi sejarah, nilai-nilai Pancasila serta semangat persatuan bangsa.
Dalam poster tersebut, AMC Group menyampaikan pesan bahwa sejarah bukan sekadar catatan masa lalu, tetapi harus menjadi bahan pembelajaran bagi generasi saat ini dan mendatang.
“Jadikan sejarah sebagai pelajaran, Pancasila sebagai pedoman, persatuan sebagai kekuatan bangsa.”
Pesan itu juga menegaskan pentingnya menjaga nilai-nilai Pancasila serta merawat keutuhan NKRI di tengah berbagai dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara.
CEO AMC Group, Dr. dr. Andre Yulius, S.Th., M.Pd.K., MH., CPL.A, turut menyampaikan pesan kebangsaan melalui poster tersebut.
Dengan latar simbol-simbol nasional, Garuda Pancasila dan Monumen Pancasila Sakti, poster itu mengajak masyarakat untuk mengenang para korban dan memahami sejarah secara bijak, sekaligus menjadikan pengalaman masa lalu sebagai refleksi untuk memperkuat persatuan.
AMC Group menempatkan pesan “NKRI Harga Mati” dan “Pancasila Jiwa Bangsa Indonesia” sebagai penegasan utama dalam poster peringatan tersebut.
Peringatan G30S pada akhirnya diharapkan tidak berhenti pada seremoni mengenang sejarah, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran kebangsaan, menjaga persatuan, serta menanamkan nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
“Dari peristiwa berdarah 30 September 1965, kita mengenang pengorbanan para Pahlawan Revolusi serta meneguhkan kembali semangat persatuan, menjaga nilai-nilai Pancasila, dan merawat keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” demikian pesan yang tertulis dalam poster AMC Group.
(Redho Fitriyadi)
