• Jelajahi

    Copyright © Sorotanmerahputih
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Dugaan Pungli Berkedok Sumbangan Festival Gau Maraja di Bone, Puluhan Sekolah Hingga Pemdes Disasar

    Minggu, 27 September 2026, September 27, 2026 WIB Last Updated 2026-09-27T14:38:07Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

     





    BONE — Niat awal melestarikan budaya melalui ajang Festival Gau Maraja di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, mendadak tercoreng. Perhelatan akbar tersebut diwarnai dugaan praktik pungutan liar (pungli) berkedok sumbangan partisipasi yang menyasar puluhan lembaga pendidikan hingga instansi pemerintahan tingkat desa dan kecamatan.


    Berdasarkan data dan rekapitulasi percakapan grup WhatsApp bertajuk "Kecamatan & Desa" yang diterima redaksi, puluhan sekolah mulai dari tingkat TK, SD, hingga SMP di Kecamatan Kahu dan Bontocani diduga diwajibkan menyetor uang dengan nominal bervariasi, mulai dari Rp 150.000 hingga Rp 1.350.000 per instansi.

      

    Bukti Setoran yang Beredar

    Dalam daftar list setoran dana sumbangan "Gau Maraja" yang beredar luas, tercatat belasan lembaga pendidikan dan kantor pemerintahan turut menjadi penyetor dengan rincian sebagai berikut:

    SD Inp. 10/73 Kahu: Rp 1.350.000  

    SD Inp. 6/75 Bontocani: Rp 1.350.000  

    TK Darmawanita Kahu: Rp 150.000  

    SDN 297 Langi: Rp 850.000  

    SD Inp. 12/79 Bana: Rp 1.050.000  

    SD Inp. 12/79 Pattuku: Rp 1.200.000  

    Pemdes Mattirowalie (6 Orang): Rp 300.000  

    PNS Kecamatan (8 PNS + 1 PW): Rp 1.250.000  

    SD Inp. 12/79 Kahu: Rp 1.300.000  

    Kelurahan Kahu: Rp 400.000  

    SMPN 1 Bontocani: Rp 1.300.000  

    SMPN 2 Bontocani: Rp 1.350.000  

    SDN 289 Bulusirua: Rp 400.000  

    Pemdes Langi: Rp 500.000  

    SDN 291 Kahu: Rp 900.000  

    SDI 6/80 Pammusureng: Rp 950.000  

    SDI 5/81 Lamoncong: Rp 950.000  

    Pemdes Lamoncong: Rp 350.000  

    Jika ditotal secara keseluruhan dari berbagai titik tersebut, akumulasi pungutan di dua kecamatan ini ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.


    Menanggapi polemik yang beredar, Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kabupaten Bone, Suradi, memberikan pengakuan mengejutkan. Ia menegaskan bahwa pihak K3S Kabupaten sama sekali tidak dilibatkan dalam kegiatan penggalangan dana Gau Maraja tersebut.


    "Oh Iyye Ndi ku. Kalau tentang kegiatan GAU MARAJA ndi, K3S Kabupaten tidak dilibatkan," ujar Suradi melalui pesan singkat WhatsApp, Minggu (27/09/2026).


    Suradi menambahkan, partisipasi tersebut diserahkan sepenuhnya ke tingkat kecamatan. Menurutnya, kebijakan itu murni merupakan kesepakatan di masing-masing wilayah kecamatan dan tidak diberlakukan secara merata. Ia juga memastikan bahwa tidak ada instruksi maupun surat edaran resmi dari Dinas Pendidikan Kabupaten Bone terkait penarikan dana tersebut.


    Saat disinggung mengenai sumber dana sumbangan, pihak K3S berdalih bahwa dana yang disetorkan biasanya berasal dari kantong pribadi masing-masing individu, bukan menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).


    Kendati berdalih sebagai sumbangan sukarela atau dana pribadi, kemunculan daftar rekapitulasi dengan target nominal yang spesifik dan terstruktur mengindikasikan adanya unsur paksaan yang membebani para pendidik serta aparatur desa.


    Hingga berita ini diturunkan, Camat Kahu dan Camat Bontocani belum dapat dikonfirmasi lantaran masih sibuk mengurus rangkaian kegiatan Festival Gau Maraja. Melihat masifnya jangkauan pungutan yang melibatkan lintas instansi ini, berbagai pihak mendesak Inspektorat Kabupaten Bone serta Tim Saber Pungli Polres Bone untuk segera turun tangan mengaudit aliran dana sumbangan tersebut agar dunia pendidikan tidak dijadikan objek pungutan terselubung.

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini