LANGKAT ,SorotanMerahPutih News Com. Janji perbaikan tanggul ternyata belum sepenuhnya membuat warga Dusun Wonorejo, Desa Lama Baru, Kecamatan Sei Lepan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, merasa tenang.
Di tengah hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut dalam beberapa malam terakhir, air kembali masuk ke rumah-rumah warga. Ketinggiannya bervariasi, mulai sekitar 10 sentimeter hingga mencapai 60 sentimeter.
Kondisi ini membuat masyarakat mulai mempertanyakan keseriusan penanganan tanggul sungai yang sebelumnya rusak akibat banjir pada 2025 lalu.
Tokoh pemuda setempat, Indra Kaban, kepada media, Selasa (8/9/2026), mengatakan warga sebenarnya berharap kerusakan tanggul segera ditangani secara serius. Terlebih, menurutnya, beberapa waktu lalu ada sejumlah orang yang datang ke lokasi dan melakukan pengukuran.
"Mereka datang, ukur-mengukur. Disebut-sebut orang yang berkompeten dari Pemkab Langkat. Kami tentu berharap setelah dilakukan pengukuran, tanggul benar-benar diperbaiki dengan baik," ujar Indra.
Namun, warga kini justru kembali dihadapkan pada persoalan banjir. Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan: apakah perbaikan tanggul benar-benar dilakukan untuk mengatasi persoalan, atau hanya sebatas pekerjaan yang belum mampu menjawab ancaman banjir,,,?.
Indra menilai, kondisi tanggul yang ada saat ini masih belum memberikan rasa aman kepada masyarakat. Terlebih ketika hujan deras turun dan debit sungai meningkat.
"Kalau baru digerus air hujan dan debit air naik, kemudian air meluber masuk ke rumah warga, tentu kami kecewa berat.
Kami mempertanyakan, sebenarnya tanggul itu diperbaiki untuk apa kalau kondisinya masih seperti ini ?" tegasnya.
Menurut warga, persoalan ini bukan sekadar genangan air biasa. Rumah warga menjadi sasaran luapan air, sementara masyarakat harus menghadapi kekhawatiran setiap kali hujan deras turun pada malam hari.
Masyarakat pun meminta pemerintah jangan menunggu sampai banjir berubah menjadi bencana yang lebih besar.
"Kami tidak ingin musibah banjir seperti tahun lalu kembali menimpa warga desa-desa di Kecamatan Sei Lepan. September ini hujan masih terus turun.
Tolong tanggul dikerjakan secara benar, jangan acak-acakan dan jangan asal jadi," pinta Indra, diamini sejumlah warga.
Warga berharap Pemerintah Kabupaten Langkat dan instansi terkait segera turun langsung ke lokasi, memeriksa kondisi tanggul serta mengevaluasi pekerjaan yang telah dilakukan.
Bagi masyarakat, tanggul bukan sekadar tanah yang ditimbun atau bangunan yang terlihat dari kejauhan.
Tanggul merupakan benteng terakhir yang diharapkan mampu melindungi rumah, harta benda, bahkan keselamatan warga ketika sungai meluap.
Karena itu, warga meminta agar persoalan tersebut tidak berhenti pada kegiatan survei, pengukuran maupun perbaikan yang hasilnya belum memberikan jaminan keamanan.
Kini masyarakat menunggu tindakan nyata, bukan sekadar datang mengukur lalu pergi.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Pemerintah Kabupaten Langkat maupun instansi teknis terkait belum memberikan keterangan mengenai kondisi tanggul tersebut dan langkah penanganan yang akan dilakukan.Kabiro :Ir.Zulkarnain.P.
