Insan pers Indonesia dan Prof Dr Sutan Nasomal menyampaikan belasungkawa serta seruan penghormatan atas pengabdian prajurit TNI dalam misi perdamaian PBB.
JAKARTA – Kabar gugurnya tiga prajurit TNI yang bertugas dalam misi perdamaian PBB di Lebanon menimbulkan duka mendalam bagi masyarakat Indonesia. Presiden Prabowo Subianto disebut telah memberikan santunan kepada keluarga korban, sekaligus penghargaan berupa kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi kepada para prajurit yang gugur.
Selain itu, pemerintah juga dikabarkan memberikan jaminan masa depan bagi keluarga yang ditinggalkan, termasuk peluang bagi putra-putri prajurit untuk bergabung dengan TNI di masa mendatang.
Pakar Hukum Pidana Internasional, Prof Dr Sutan Nasomal SH MH, menyampaikan belasungkawa mendalam atas peristiwa tersebut. Dalam keterangannya kepada awak media pada Rabu (1/4/2026), ia menilai gugurnya prajurit dalam misi perdamaian merupakan kehilangan besar bagi bangsa.
“Insan pers Indonesia turut berduka cita atas gugurnya tiga putra terbaik bangsa yang sedang menjalankan tugas mulia dalam misi perdamaian dunia,” ujarnya.
Kronologi Kejadian
Informasi yang dihimpun menyebutkan, tiga prajurit TNI yang tergabung dalam pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL) gugur dalam dua insiden berbeda dalam kurun waktu 24 jam.
- Serangan pertama terjadi pada Minggu (29/3/2026) di pos pasukan Indonesia di Desa Adchit Al Qusayr, yang menyebabkan gugurnya Praka Farizal Rhomadhon.
- Serangan kedua terjadi pada Senin (30/3/2026) saat kendaraan pasukan Indonesia melintas di dekat wilayah Bani Hayyan. Dalam insiden ini, Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan gugur.
Seruan Kepedulian dan Doa
Prof Sutan Nasomal mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendoakan para prajurit yang gugur serta memberikan dukungan moril kepada keluarga yang ditinggalkan.
Menurutnya, dalam situasi konflik bersenjata, keselamatan pasukan perdamaian harus menjadi perhatian serius semua pihak. Ia juga menekankan pentingnya penghormatan terhadap hukum humaniter internasional dalam setiap konflik.
Sementara itu, berbagai kalangan masyarakat, termasuk insan pers, turut menyampaikan rasa duka dan penghormatan atas dedikasi para prajurit TNI yang telah menjalankan tugas negara.
“Semoga pengabdian mereka mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” tambahnya.
Penutup
Peristiwa ini menjadi pengingat atas risiko besar yang dihadapi prajurit TNI dalam menjalankan misi perdamaian dunia. Dukungan dan doa dari seluruh rakyat Indonesia diharapkan dapat menjadi kekuatan bagi keluarga korban dan seluruh prajurit yang masih bertugas.
Narasumber: Prof Dr Sutan Nasomal SH MH
Editor: Muh. Syibli
Catatan Redaksi: Media Sorotan Merah Putih menjunjung asas praduga tak bersalah serta melayani hak jawab dan hak koreksi sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.