• Jelajahi

    Copyright © Sorotanmerahputih
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    CUACA EKSTREM PICU ANCAMAN LONGSOR, JALUR BELANGKEJEREN–KUTACANE DI UJUNG RISIKO

    Kamis, 16 April 2026, April 16, 2026 WIB Last Updated 2026-04-16T12:38:03Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini






    Gayo Lues — sorotanmerahputih.com: kamis 16/4/2026: 7:27 wib.


    Ancaman longsor kini semakin nyata membayangi jalur nasional Belangkejeren–Kutacane. Curah hujan tinggi yang terus mengguyur Kabupaten Gayo Lues dalam beberapa hari terakhir membuat sejumlah titik rawan, khususnya di Kecamatan Putri Betung, berada dalam kondisi kritis.





    Di tengah situasi tersebut, masyarakat mendesak PT Hutama Karya untuk segera meningkatkan kesiapsiagaan di lapangan, termasuk menempatkan alat berat dan tim siaga di titik-titik rawan longsor.





    Desakan ini disampaikan Hendri, warga Putri Betung, Kamis (16/4/2026). Ia menegaskan, kondisi yang terjadi saat ini bukan lagi sekadar potensi, melainkan ancaman nyata yang bisa terjadi kapan saja jika tidak diantisipasi secara serius.


    “Kami berharap pihak PT HK selalu standby di jalur lintas Gayo Lues–Kutacane. Curah hujan saat ini sangat mengkhawatirkan, terutama di wilayah Putri Betung,” tegas Hendri.


    Sejumlah titik di sepanjang jalur tersebut memang telah lama dikenal sebagai kawasan rawan longsor. Intensitas hujan yang tinggi membuat struktur tanah menjadi labil dan berpotensi longsor dalam waktu singkat, bahkan dapat menutup badan jalan secara total.


    Tanpa kehadiran alat berat dan tim siaga di lokasi, dampaknya tidak hanya menghambat mobilitas, tetapi juga berisiko mengancam keselamatan jiwa pengguna jalan.


    Jalur Belangkejeren–Kutacane merupakan akses vital yang tidak tergantikan. Selain menjadi penghubung utama antarwilayah, jalur ini juga menopang distribusi logistik dan layanan darurat, termasuk akses rujukan pasien. Jika jalur ini lumpuh, 


    maka dampaknya akan meluas ke berbagai sektor kehidupan masyarakat.

    Warga menilai, PT Hutama Karya tidak boleh lagi bersikap reaktif dengan menunggu kejadian baru bertindak. Dalam kondisi cuaca ekstrem, langkah antisipatif dinilai sebagai keharusan mutlak.


    “Jangan tunggu longsor dulu baru bergerak. Ini jalan nyawa masyarakat,” tambah Hendri.


    Pengalaman sebelumnya menunjukkan, keterlambatan penanganan longsor kerap menyebabkan akses jalan terputus hingga berhari-hari. Dampaknya, aktivitas ekonomi terganggu, distribusi bahan pokok terhambat, dan masyarakat terpaksa menghadapi risiko tinggi saat melintas.


    Sorotan publik kini semakin tajam. Ketidakhadiran langkah konkret dari pihak terkait berpotensi memperbesar ketidakpercayaan masyarakat.


    Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak PT Hutama Karya terkait langkah antisipasi di jalur rawan longsor tersebut.


    Masyarakat berharap, peringatan ini tidak diabaikan. Sebab ketika bencana datang tanpa kesiapan, yang dipertaruhkan bukan hanya infrastruktur, tetapi keselamatan manusia.tutup nya 

    (5411180)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini