GayoLues-sorotanmerahputih.com:2/4/2026:11:10 wib
Blangkejeren-Pemerintah Kabupaten Gayo Lues tak main-main dalam mendorong sektor perkebunan. Tahun 2026, program pengembangan kakao resmi digeber dengan menetapkan empat kecamatan sebagai prioritas utama, sekaligus disiapkan menjadi sentra produksi baru.
Wilayah yang masuk dalam fokus pengembangan tersebut yakni Kecamatan Putri Betung, Pining, Tripe Jaya, dan Terangun—empat kawasan dengan karakter geografis yang dinilai paling ideal untuk pertumbuhan kakao.
Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian Gayo Lues, Ridwan, menegaskan bahwa langkah ini merupakan strategi terarah untuk meningkatkan nilai ekonomi petani melalui komoditas unggulan.
“Empat kecamatan ini memiliki ketinggian yang lebih rendah dibandingkan wilayah lain, sehingga sangat potensial untuk kakao. Sementara daerah yang cocok untuk kopi juga akan tetap kita dorong dengan bantuan bibit kopi,” pungkas nya
Tak hanya sebatas wacana, pemerintah daerah juga menyiapkan dukungan konkret berupa bantuan bibit kakao yang akan disalurkan kepada petani melalui kelompok tani.
Namun demikian, Ridwan menekankan bahwa bantuan tersebut hanya dapat diperoleh jika petani bersikap aktif dan mengikuti prosedur yang telah ditetapkan.
“Petani harus segera berkoordinasi dengan kelompok tani di desa masing-masing. Kelompok tani yang akan mengajukan permohonan resmi sesuai kebutuhan ke Dinas Pertanian,” tegasnya.
Langkah ini dinilai penting untuk memastikan bantuan benar-benar tepat sasaran, sekaligus mendorong keseriusan petani dalam mengembangkan komoditas kakao secara berkelanjutan.
Pemkab Gayo Lues optimistis, dengan kombinasi dukungan bibit, kesesuaian lahan, dan keterlibatan aktif petani, sektor kakao akan tumbuh menjadi kekuatan ekonomi baru di daerah.
Kakao dan kopi tidak hanya dipandang sebagai komoditas pertanian biasa, melainkan sebagai peluang besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara nyata dan berkelanjutan.
Jika dikelola secara serius, empat kecamatan ini berpotensi menjelma menjadi episentrum baru perkebunan kakao di wilayah Aceh.
(5411180)
