SAMARINDA – Sorotan Merah Putih. Com.
Wajah asli kekuasaan mulai terbongkar. Di balik kedok "pengamanan", terlihat niat jahat untuk melibas habis Posko 3 milik Aliansi Perjuangan Masyarakat Kaltim yang berdiri tegak di depan Lamin Etam, Kantor Gubernur Kaltim.
Modus keji penguasa semakin terbongkar nyata. Berkedok "pengamanan" dan alasan mau memasang kawat berduri, sesungguhnya mereka punya niat busuk ingin melibas habis Posko 3 yang dibangun dari keringat dan air mata rakyat Kalimantan Timur.
Setelah sebelumnya upaya memasukkan tenda sendiri ditolak, kini mereka datang dengan skenario baru: berniat menggusur total posko rakyat dengan alasan akan memasang kawat berduri dan pagar besi.
"Alasannya berubah-ubah terus! Kemarin mau numpang bikin tenda, sekarang mau bongkar katanya mau pasang pagar kawat. Itu semua akal-akalan murni buat hilangkan simbol perlawanan kami!" teriak Ifan, penjaga posko, dengan mata membelalak menatap petugas.
Masyarakat tidak bisa dibodohi, dan Tim Aksi menilai bahwa apa yang dilakukan bukanlah upaya ketertiban, melainkan upaya kotor untuk membungkam suara kebenaran.
"Mau mengurung aspirasi dengan kawat berduri, Mau memisahkan rakyat dari pemimpinnya dengan kawat tajam? Mau mengubur perlawanan dengan dalih ketertiban. Ini tipu daya yang sangat busuk, " SALAH BESAR" Itu namanya penindasan!"
Rakyat tidak bodoh dan tidak bisa dibohongi. Mereka ingat betul bagaimana sebelumnya truk 6 roda bantuan Gubernur ditolak mentah-mentah karena perjuangan ini tidak bisa dibeli. Kini, karena tidak bisa membeli, mereka mencoba cara kekerasan dengan mengirim Satpol PP untuk menekan.
Ancaman penggusuran justru membuat tekad kami semakin keras seperti baja. Posko ini tidak akan runtuh semudah itu!
Kami ingat betul, kemarin truk 6 roda penuh logistik kami tolak mentah-mentah. Kami bilang perjuangan ini tidak untuk dijual. Dan karena gagal membeli, sekarang mereka main kasar kirim Satpol PP mau menggusur. Rakyat tidak bodoh, rakyat tahu mana yang baik dan mana yang busuk!
"Satu tiang pun tidak akan goyah, Satu tali saja akan kami pertahankan sampai titik darah penghabisan! Mau pasang kawat berduri? Pasang saja di pagar neraka! Pasang di depan kantor kalian sendiri!"
Ini tanah rakyat, ini tempat kami berjuang, ini rumah aspirasi bangsa.
"Berani sentuh satu paku saja? Itu artinya kalian resmi menyatakan PERANG TERBUKA dengan seluruh rakyat Kaltim! Siap menanggung murka jutaan orang!"
"Posko 3 tidak akan rubuh! Satu terpal kami pertahankan, satu tali kami pegang, satu tiang kami jaga dengan nyawa! Mau pasang kawat berduri? Pasang di kantor kalian sendiri!" teriak mereka penuh keyakinan.
Ini adalah tanah rakyat, ini adalah suara rakyat, dan ini adalah posko rakyat. Tidak ada hak bagi siapapun untuk meruntuhkan simbol perlawanan ini.
"Kalau berani bongkar, berarti kalian menabuh genderang perang dengan seluruh masyarakat Kaltim! Siap menanggung akibatnya!" (Tim).

