• Jelajahi

    Copyright © Sorotanmerahputih
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    DRAMATIS! AUDIENSI GAGAL TOTAL: Rudy Masud Bungkam Lalu Kabur, Tuntutan Mundur dan Hak Angket , Perdebatan Memanas.

    Senin, 25 Mei 2026, Mei 25, 2026 WIB Last Updated 2026-05-25T22:28:13Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

     






    SAMARINDA – Sorotan Merah Putih. Com. 

     Hari Kamis, 25 Mei 2026, akan menjadi catatan kelam demokrasi di Bumi Etam. Pukul 16.30 WITA, gerbang Kantor Gubernur akhirnya terbuka sedikit, bukan untuk menyerap aspirasi, melainkan untuk mematikan harapan rakyat. Sebanyak 30 perwakilan Aliansi Perjuangan Masyarakat Kaltim (APMKT) diizinkan masuk bertemu Wakil Gubernur Rudy Masud, sementara ratusan massa lainnya menahan amarah di luar pagar yang terkunci rapat.

     

    Pertemuan yang dijajaki sebagai jalan tengah itu justru berakhir sebagai penghinaan terbuka. Dua tuntutan mutlak yang dibawa rakyat: desakan agar Rudy Masud mundur dari jabatan, dan persetujuan hak angket lewat Ketua Golkar, sama sekali tak digubris.

     

    Saat tuntutan hak angket dilontarkan, Rudy Masud hanya melempar bola ke lembaga legislatif seolah tak punya kewenangan. "Ini urusan dewan, ada prosesnya sendiri, kami tak bisa campur tangan," jawabnya dingin, mengalihkan tanggung jawab seolah ia hanyalah penonton kekuasaan.

     

    Namun yang paling membakar emosi terjadi saat dibahas soal pengunduran dirinya. Di hadapan para wakil rakyat yang telah berdesak-desakan berjam-jam, Rudy Masud memilih bungkam seribu bahasa. Tak ada bantahan, tak ada penjelasan, tak ada rasa hormat. Ia hanya diam, lalu bangkit dan meninggalkan ruangan begitu saja—kabur dari tanggung jawab, meninggalkan pertanyaan menggantung dan rasa marah yang meluap.

     

    "Diamnya dia, itu tamparan paling keras buat kami. Dia pergi begitu saja? Itu bukan pemimpin, itu pengecut yang takut dengar kebenaran," sergah salah satu orator dengan mata menyala, usai keluar dari gedung.

     

    Padahal, api kemarahan ini sudah menyala sejak siang, tepat pukul 11.15 WITA. Ratusan massa sudah menggelar aksi, menuntut Gubernur hadir langsung. Tapi yang datang bukan pemimpin, melainkan barikade beton dan senapan aparat.

     

    Suasana nyaris meledak saat Ketua Satpol PP justru memberi pernyataan yang menabrak akal sehat. Ia meminta massa "bertepuk tangan dan bersikap hormat menyambut gubernur", seolah rakyat yang sedang berjuang haknya adalah penonton pertunjukan.

     

    Tantangan itu dijawab dengan ketus dan penuh emosi oleh orator di depan barisan aparat: "Kami bukan penjilat! Kami bukan munafik! Jangan minta kami tepuk tangan kalau pemimpinnya saja takut keluar dan tak menghargai kami. Kami datang bawa amanah, bukan bawa tepuk tangan palsu!"

     

    Pertemuan yang dijanjikan sebagai titik temu solusi kini berubah menjadi titik balik perlawanan. APMKT pulang tanpa selembar kertas jawaban, namun membawa tekad yang berlipat ganda.

     

    Audiensi kandas total. Pintu dialog dipaksa tertutup oleh diam dan kepergian Rudy Masud. Tapi ingatlah hari ini: rakyat yang diinjak harga dirinya, akan bangkit dengan amarah yang jauh lebih dahsyat. Perjuangan ini baru saja berubah jadi perang.

     

    Reporter: Nasrullah

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini