Makassar, 2 Juni 2026 – Dekade 1980-an mencatatkan tinta emas bagi sejarah musik Sulawesi Selatan di tingkat nasional. Di tengah ketatnya persaingan industri musik tanah air kala itu, nama Zuraeda Rasyid muncul sebagai sosok pembeda. Penyanyi keroncong daerah asal Makassar ini sukses membuktikan bahwa talenta luar Jawa mampu menguasai genre musik pakem dan membawa pulang kebanggaan besar bagi masyarakat Sulawesi Selatan.
Zuraida Rasyid bukan sekadar penyanyi lokal biasa. Ia adalah representasi nyata dari dedikasi tinggi terhadap pelestarian seni musik tradisional Indonesia. Berbekal karakter vokal yang anggun, penghayatan mendalam, serta cengkok keroncong yang khas, Zuraeda berhasil menorehkan prestasi gemilang di berbagai panggung dan festival musik keroncong tingkat nasional pada era 80-an.
Kehadiran Zuraeda Rasyid di industri musik nasional memberikan warna baru yang sangat dihargai. Ia berhasil memadukan keindahan teknik vokal keroncong klasik dengan kehalusan rasa serta identitas budaya Makassar. Keberhasilannya menembus panggung nasional menjadi pembuktian penting bahwa Sulawesi Selatan memiliki kontribusi besar dalam menjaga kelestarian musik keroncong Indonesia, bersanding dengan daerah-daerah lain di tanah air.
Kiprah dan rekam jejak Zuraeda Rasyid kini menjadi warisan budaya (cultural heritage) yang tak ternilai bagi generasi muda, khususnya di Kota Makassar. Konsistensi beliau mengajarkan bahwa musik daerah dan tradisional memiliki tempat yang terhormat di tingkat nasional jika ditekuni dengan kesungguhan, kerja keras, dan kecintaan pada akar budaya sendiri.
Segenap pencinta seni, komunitas musik, dan masyarakat luas diajak untuk kembali menengok, mengapresiasi, serta menghidupkan kembali semangat juang yang telah diwariskan oleh Zuraeda Rasyid.
Dedikasi beliau akan selalu menjadi pemantik inspirasi bagi musisi muda Sulawesi Selatan untuk terus melangkah maju membawa nama daerah ke kancah yang lebih luas.
NINGSIH

