• Jelajahi

    Copyright © Sorotanmerahputih
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Mabes TNI bersama Korem 091/ASN mendorong generasi muda memahami bahaya kebakaran dan pentingnya menjaga lingkungan.

    Selasa, 01 September 2026, September 01, 2026 WIB Last Updated 2026-09-01T08:55:22Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

     





    SAMARINDA – Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) mulai diperkuat melalui edukasi kepada generasi muda.


    Sekitar 225 siswa SMK Kehutanan Samarinda mendapat penyuluhan Karhutla dari Tim Penyuluhan Karhutla Mabes TNI, Selasa (1/9/2026).





    Kegiatan tersebut menjadi bagian dari kunjungan Tim Penyuluhan Karhutla Mabes TNI bersama Pasis Sesko TNI ke Samarinda.


    Selain SMK Kehutanan Samarinda, rombongan mengunjungi Makorem 091/Aji Surya Natakesuma (ASN) dan Kantor BPBD Kota Samarinda.


    *Pelajar Dikenalkan Bahaya Karhutla*


    Dalam penyuluhan tersebut, para siswa mendapatkan pemahaman mengenai bahaya kebakaran dan pentingnya menjaga lingkungan.





    Tim juga memberikan edukasi mengenai peran masyarakat dalam mencegah munculnya titik api.


    Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah praktik pembukaan dan pembersihan lahan dengan cara membakar.


    Cara tersebut berisiko memicu kebakaran, terutama ketika kondisi cuaca panas dan lahan dalam keadaan kering.


    Edukasi kepada pelajar diharapkan dapat membangun kepedulian lingkungan sekaligus mendorong mereka menjadi bagian dari upaya pencegahan Karhutla.


    *Kondisi Samarinda Masih Diwaspadai*


    Danrem 091/ASN Brigjen TNI Anggara Sitompul, S.I.P., M.Si., mengatakan kondisi Karhutla di Samarinda belum menimbulkan dampak sosial hingga saat ini.


    Namun, kemarau dan belum turunnya hujan membuat potensi kebakaran tetap perlu diwaspadai.


    Korem 091/ASN terus berkoordinasi dengan BPBD, Polri, pemadam kebakaran, dan instansi terkait.


    Personel serta peralatan juga disiapkan untuk merespons apabila muncul titik api.


    “Korem 091/ASN beserta jajaran terus berkoordinasi dan berkolaborasi dengan instansi terkait untuk melakukan pemadaman setiap ada titik api,” ujar Anggara.


    *Mahakam Mengalami Penyusutan Debit*


    Kemarau turut memberikan dampak terhadap ketersediaan sumber air.


    Danrem menyoroti penyusutan debit Sungai Mahakam yang berpotensi menjadi tantangan dalam proses pemadaman.


    Ketersediaan air menjadi salah satu faktor penting ketika petugas melakukan penanganan kebakaran.


    Karena itu, kesiapan sarana pemadam dan koordinasi lapangan terus diperkuat.


    *Sinergi Cegah Kebakaran Meluas*


    Tim Mabes TNI menekankan pentingnya kolaborasi dalam menghadapi Karhutla.


    Babinsa, Bhabinkamtibmas, BPBD, Manggala Agni, dan Masyarakat Peduli Api memiliki peran dalam deteksi dini.


    Respons cepat diperlukan agar titik api dapat segera ditangani sebelum berkembang dan meluas.


    Kunjungan Tim Penyuluhan Karhutla juga berlangsung di Kantor BPBD Kota Samarinda.


    Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pemahaman terhadap mekanisme penanganan bencana di daerah.


    Bagi Pasis Sesko TNI, kegiatan ini menjadi pembelajaran langsung mengenai kondisi geografis, manajemen krisis, dan penanganan bencana.


    Melalui edukasi kepada 225 pelajar, pencegahan Karhutla diharapkan tidak berhenti pada petugas.


    Kesadaran generasi muda dapat menjadi bagian dari gerakan menjaga lingkungan dan mencegah kebakaran sejak dini.penulis.Nasrullah

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini