• Jelajahi

    Copyright © Sorotanmerahputih
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    GASI Soroti PAD Parkir Sampang, Dishub Diminta Buka Target dan Realisasi Per Titik

    Kamis, 01 Oktober 2026, Oktober 01, 2026 WIB Last Updated 2026-10-02T05:46:41Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

     


    SAMPANG Pengelolaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor parkir di Kabupaten Sampang mendapat sorotan Tim Investigasi Gabungan Aktivis Sosial Indonesia (GASI). Senin (28/09)




    Dishub Sampang diminta lebih tegas mengevaluasi setoran dari setiap titik parkir agar target penerimaan daerah dapat tercapai.




    Tim Investigasi GASI, Raden Mas Wirno, mengatakan evaluasi perlu dilakukan secara menyeluruh dengan membandingkan target dan realisasi masing-masing titik parkir.




    Sorotan tersebut antara lain menyangkut parkir di lingkungan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Sampang.




    Kasi Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Dishub Sampang, Sutrisno, saat dikonfirmasi mengaku tidak mengetahui besaran target PAD parkir di titik tersebut, namun, ia menyebut setoran parkir Dispendukcapil sekitar Rp400 ribu setiap bulan.




    “Saya tidak tahu targetnya berapa, kalau setorannya sekitar Rp400 ribu per bulan,” kata Sutrisno.




    Raden Mas Wirno menilai kondisi tersebut perlu menjadi bahan evaluasi Dishub terhadap mekanisme penetapan target dan pengawasan setoran.




    “Kalau target pada setiap titik tidak dijadikan ukuran dan setoran hanya diterima begitu saja, bagaimana capaian PAD mau dievaluasi? Dishub harus tegas, target dan realisasinya harus jelas,” kata Wirno.




    Menurut dia, Dispendukcapil hanya salah satu titik yang perlu dievaluasi, GASI juga meminta Dishub membuka target dan realisasi parkir di kawasan Taman Trunojoyo, parkir tepi jalan umum serta titik parkir di Puskesmas yang tercatat sebagai objek penerimaan.




    “Bukan hanya Capil, Taman Trunojoyo, parkir tepi jalan, Puskesmas dan titik lainnya juga harus dilihat, berapa targetnya dan berapa yang benar-benar disetor, kalau realisasinya rendah, cari penyebabnya,” ujarnya.




    Wirno mengatakan Dishub perlu melakukan evaluasi secara berkala tanpa harus menunggu akhir tahun anggaran, menurut dia, titik yang realisasinya rendah maupun memiliki tunggakan harus segera ditindaklanjuti sesuai ketentuan.




    “Kalau Dishub tidak tegas mengevaluasi setoran dari sekarang, kapan target PAD parkir akan tercapai? Jangan menunggu akhir tahun baru diketahui ada titik yang jauh dari target,” tegasnya.




    GASI juga meminta Dishub membuka data jumlah titik parkir resmi, target masing-masing lokasi, realisasi penerimaan hingga September 2026 serta tunggakan setoran apabila ada.




    Selain target dan realisasi, Wirno meminta penggunaan karcis parkir ikut menjadi bagian dari evaluasi, jumlah karcis yang didistribusikan pada masing-masing titik dinilai perlu dicocokkan dengan setoran yang diterima.




    “Data itu yang harus dibuka, target, realisasi, karcis dan setoran per titik, kalau ada tunggakan, tagih, kalau kewajibannya tidak dipenuhi, lakukan evaluasi dan tindakan sesuai aturan,” katanya.




    GASI menegaskan kritik tersebut ditujukan terhadap pengawasan PAD parkir secara keseluruhan, bukan terhadap satu lokasi tertentu.


    Parkir Dispendukcapil dengan setoran sekitar Rp400 ribu per bulan hanya menjadi salah satu contoh yang menurut GASI perlu dicocokkan dengan target yang ditetapkan, hal serupa diminta dilakukan terhadap Taman Trunojoyo, parkir tepi jalan umum, Puskesmas serta titik parkir lainnya.




    Hingga berita ini ditulis, rincian target dan realisasi PAD parkir per titik hingga September 2026 belum diperoleh dari Dishub Kabupaten Sampang.




    Tim

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini