Gayo Lues – sorotanmerahputih.com.:31/3/2026: 8:03 wib.
Kondisi memprihatinkan terjadi di wilayah Pintu Rime, Kabupaten Gayo Lues. Sebuah jembatan penghubung vital yang ambruk sejak berbulan-bulan lalu hingga kini tak kunjung diperbaiki, justru berubah menjadi ancaman nyata bagi keselamatan warga.
Ironisnya, di tengah kondisi darurat tersebut, masyarakat terpaksa mengambil risiko besar demi bertahan hidup. Pasien yang membutuhkan penanganan medis mendesak harus dibawa menyeberangi sungai dengan cara seadanya—menantang derasnya arus, licinnya bebatuan, hingga ancaman maut yang setiap saat mengintai.
Situasi ini bukan sekadar persoalan infrastruktur rusak, melainkan sudah masuk dalam kategori darurat kemanusiaan. Ketika akses utama lumpuh total, maka yang dipertaruhkan bukan lagi kenyamanan, tetapi nyawa manusia.
Warga setempat mengaku sudah berulang kali berharap adanya tindakan cepat dari pemerintah. Namun hingga kini, harapan tersebut seolah hanya menjadi janji tanpa realisasi. Pembiaran yang terjadi menimbulkan pertanyaan besar: di mana tanggung jawab pihak terkait ketika keselamatan rakyat dipertaruhkan setiap hari?
“Setiap kali ada orang sakit, kami harus menyeberangi sungai. Tidak ada pilihan lain. Kami hanya bisa pasrah dan berharap selamat,” ungkap salah seorang warga dengan nada getir.
Kondisi ini menunjukkan lemahnya respon terhadap kebutuhan dasar masyarakat, khususnya akses transportasi yang layak dan aman. Padahal, jembatan tersebut merupakan jalur vital yang menghubungkan aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga layanan kesehatan warga.
Jika situasi ini terus dibiarkan, bukan tidak mungkin akan jatuh korban jiwa. Pembiaran terhadap kerusakan infrastruktur seperti ini dinilai sebagai bentuk kelalaian serius yang tidak bisa lagi ditoleransi.
Masyarakat Pintu Rime kini menunggu, bukan sekadar janji, tetapi tindakan nyata. Sebab bagi mereka, setiap hari tanpa jembatan yang layak adalah pertaruhan nyawa yang tak seharusnya terjadi.
( 5411180 )

