SAMARINDA – Lapangan Korem 091/Aji Surya Natakesuma (ASN) Samarinda, Kalimantan Timur, dipadati lautan massa pada Minggu (12/7/2026) pagi. Mulai pukul 05.00 WITA, ribuan warga antusias mengikuti acara Nonton Bareng (Nobar) pertandingan sepak bola yang diselenggarakan oleh Korem 091/ASN bekerja sama dengan TVRI.
Acara nobar ini berlangsung sangat meriah dan menjadi hiburan istimewa bagi masyarakat Kota Samarinda. Selain keseruan pertandingan, panitia juga memanjakan para penonton dengan membagikan berbagai doorprize menarik, mulai dari kulkas, televisi, hingga hadiah utama berupa sepeda motor.
Filosofi Sepak Bola untuk Berbangsa dan Bernegara
Dalam kesempatan tersebut, Kapten Imam Nawawi menyampaikan pesan mendalam mengenai esensi kegiatan ini. Menurutnya, sepak bola bukan sekadar olahraga, melainkan cerminan dalam berbangsa dan bernegara.
“Dari permainan sepak bola, kita bisa mengambil pembelajaran berharga. Di dalamnya ada pelatih, pemain, wasit, kapten, hingga penonton. Begitu juga dalam menjalankan tugas negara, setiap elemen memiliki porsi dan fungsinya masing-masing,” ujar Kapten Imam Nawawi.
Ia pun berharap sinergi ini terus terjalin kuat demi mewujudkan cita-cita bangsa. “Tujuannya adalah menjalin silaturahmi antara masyarakat dan TNI. Dengan kolaborasi yang solid, kita bersama-sama menjaga NKRI agar tetap makmur dan sejahtera,” tambahnya.
Apresiasi Tinggi dari Masyarakat
Kehadiran acara ini mendapatkan respons sangat positif dari warga setempat. Masyarakat Samarinda mengaku bersyukur dan berterima kasih kepada jajaran TNI Korem 091/ASN yang telah memfasilitasi momen kebersamaan ini.
“Kami sangat berterima kasih kepada TNI atas terselenggaranya acara ini. Momen ini sangat istimewa bagi kami karena bisa berkumpul, bersilaturahmi, dan bersenang-senang bersama,” ungkap salah satu warga di lokasi.
Melalui kegiatan ini, kemanunggalan TNI dan rakyat di Kalimantan Timur terbukti semakin erat, menunjukkan bahwa kehadiran TNI tidak hanya menjaga kedaulatan, tetapi juga aktif membangun kebersamaan lewat kegiatan positif di tengah masyarakat.
Penulis Nasrullah



