BUTON UTARA – SOROTAN Merah Putih. Com.
Tim Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) bersama instansi terkait melakukan kunjungan lapangan langsung ke lokasi usulan Instruksi Jalan Daerah (IJD) Pemerintah Provinsi di ruas Batas Buton - SP3 Bubu.
Kunjungan ini dilakukan bersama Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi IV, serta perwakilan kontraktor PT Brantas. Agenda utama peninjauan ini adalah persiapan pelaksanaan program JIAT di wilayah Buton Utara.
Dalam peninjauan tersebut, hadir pula mendampingi Camat Kambowa, Penjabat (Pj) Kepala Desa Pongkowulu, perwakilan Dinas Pertanian Buton Utara, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Buton Utara, serta perwakilan masyarakat Desa Jaya Sakti.
Anggaran Fantastis untuk Pengairan dan Irigasi
Mewakili pemerintah daerah, Husima menyampaikan rasa syukur atas diakomodirnya usulan pembangunan infrastruktur pengairan ini oleh pemerintah pusat.
"Alhamdulillah, semua usulan JIAT Butur sebanyak 9 titik akan dikerjakan semuanya dengan anggaran Rp1,95 Miliar per titik. Kemudian, Daerah Irigasi (DI) Buranga juga akan dikerjakan semua dengan total anggaran mencapai Rp68 Miliar," ujar Husima, Jumat (10/7/2026).
Husima menambahkan bahwa tahapan pelaksanaan kegiatan ini mencakup pembangunan irigasi secara menyeluruh, baik sistem irigasi permukaan maupun pemanfaatan air tanah. Jika tidak ada aral melintang, proses penandatanganan kontrak kerja akan diteken pada Agustus 2026.
Rangkaian persiapan proyek ini sudah berjalan intensif. Survey lokasi untuk pembangunan JIAT Tahun Anggaran (TA) 2026 Tahap I telah rampung dilaksanakan selama dua hari.
"Setelah survey lapangan ini, agenda berikutnya adalah melaksanakan survey geolistrik. Kemungkinan pengerjaannya akan dilakukan bersamaan dengan pembangunan DI Buranga. Rencana kontrak sesuai time schedule pada Agustus, dan diperkirakan pengerjaan fisik mulai berjalan pada September 2026 atau minggu ketiga Agustus 2026," tutup Husima.
Tidak berhenti di Tahap I, Dinas PUPR Kabupaten Buton Utara bergerak cepat dengan memanfaatkan momentum ini. Saat ini, pihak dinas sedang merampungkan peninjauan ulang terhadap Detail Engineering Design (DED) untuk Daerah Irigasi (DI) Lambale.
Targetnya, pada awal Agustus 2026, Pemkab Butur dapat kembali mengajukan usulan untuk saluran sekunder dan tersier DI Lambale melalui aplikasi SIPURI untuk Tahap II. Pemerintah daerah berharap usulan ini dapat terakomodir sepenuhnya dengan sistem kontrak tahun jamak (multi-years contract).
