• Jelajahi

    Copyright © Sorotanmerahputih
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    “Dari Legenda ke Layar Digital, ‘Kesatria Galesong’ Jadi Gerakan Cinta Budaya Indonesia”

    Selasa, 07 April 2026, April 07, 2026 WIB Last Updated 2026-04-08T03:28:54Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini
    Kesatria GalesongMengangkat legenda Sulawesi Selatan dengan sentuhan teknologi modern, film series ini menjadi ajakan terbuka bagi masyarakat Indonesia untuk menjaga identitas budaya di tengah arus globalisasi.

    MAKASSAR – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, upaya menjaga warisan budaya menjadi tantangan tersendiri, khususnya bagi generasi muda. Menjawab hal tersebut, film series “Kesatria Galesong” hadir sebagai salah satu inisiatif kreatif untuk menghidupkan kembali nilai-nilai budaya lokal dengan pendekatan yang lebih relevan di era modern.


    Mengangkat kisah legenda dari Sulawesi Selatan, karya ini tidak hanya berfokus pada aspek hiburan, tetapi juga berupaya menghadirkan kembali cerita-cerita tradisional melalui perpaduan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI) dan distribusi media sosial. Pendekatan ini diharapkan mampu menjembatani generasi lama dan generasi muda dalam memahami akar budaya mereka.


    Di sisi lain, modernisasi yang terus berkembang turut membawa kekhawatiran akan semakin memudarnya nilai-nilai budaya di tengah masyarakat. Kondisi ini menjadi latar belakang lahirnya karya tersebut, sebagai bentuk refleksi sekaligus ajakan untuk kembali mengenali jati diri bangsa.


    Salah satu pemeran dalam film tersebut menyampaikan bahwa “Kesatria Galesong” lahir dari semangat sederhana, yakni menghadirkan kembali rasa kedekatan dengan tradisi.


    “Kami tidak bermaksud menjadi yang paling hebat, tetapi ingin mengajak generasi muda untuk kembali mengenal budaya mereka sendiri. Jika ada yang tergerak untuk belajar atau sekadar penasaran, itu sudah menjadi kebahagiaan bagi kami.”


    ujarnya dalam perbincangan di salah satu warung kopi di Makassar, Rabu (8/4/2026).


    Lebih jauh, film ini juga mencoba menghadirkan nilai-nilai kearifan lokal yang mulai jarang ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Melalui alur cerita yang ringan dan visual yang menarik, “Kesatria Galesong” diharapkan dapat menjadi ruang belajar yang tidak kaku, sekaligus tetap menghibur.


    Pengamat budaya menilai bahwa inisiatif seperti ini patut diapresiasi sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya di tengah perubahan zaman. Meski demikian, pelestarian budaya tidak dapat bergantung pada satu pihak saja, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat.


    Sebagai karya kreatif, “Kesatria Galesong” tidak hanya menawarkan tontonan, tetapi juga menyampaikan pesan penting tentang pentingnya menjaga identitas budaya. Hal ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kemajuan teknologi tidak harus menghapus nilai tradisi, melainkan dapat berjalan berdampingan.


    Pada akhirnya, upaya pelestarian budaya merupakan tanggung jawab bersama. Melalui karya-karya seperti ini, diharapkan masyarakat Indonesia, khususnya generasi muda, semakin terdorong untuk mencintai, memahami, dan melestarikan budaya bangsa sebagai bagian dari identitas yang tidak terpisahkan.



    Catatan Redaksi: Koran Merah Putih News menjunjung asas praduga tak bersalah serta melayani hak jawab dan hak koreksi sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

    Penulis: Muh.Syibli
    Editor: Bli

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini